Usai Ngamar dengan PSK di Pucuk, Pria Ini Ngaku Kehilangan Uang dan HP

Usai Ngamar dengan PSK di Pucuk, Pria Ini Ngaku Kehilangan Uang dan HP

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Niat hati ingin mencari kepuasan dengan wanita pekerja seks komersial (PSK) di Payo Sigadung alias Pucuk, Diki pria hidung belang harus kehilangan uang senilai Rp1,7 juta dan 1 unit Hp.

 

Kejadian ini diketahui saat Tim Polsek Kotabaru melakasanakan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Kamis (27/6/2019) dinihari. Disaat itu Diki yang tengah menikmati kemolekan tubuh Ani mendapati informasi bahwa kalau aparat kepolisian tengah melaksanakan razia, mengetahui informasi itu, lantas Diki bergegas mandi dan meninggalkan Ani tanpa memeriksa barang bawaannya.

 

Setelah meninggalkan lokasi, dirinya baru menyadari uang dan 1 unit Handphone yang berada di dalam saku celananya telah raib. Dirinya mencurigai hilangnya barang miliknya itu karena di curi oleh PSK.  Akhirnya Diki memutuskan untuk kembali mendatangi PSK yang berujung cekcok.

 

Melihat kejadian itu, tim Polsek Kota Baru yang ada di lokasi bergegas menuju tempat keduanya yang sedang keributan. Alhasil Diki dan Ani di gelandang  ke Mapolsek Kota Baru.

 

Menurut pengakuan Ani, pelaku tersebut telah menjadi pelanggannya rutin. Ia sudah ngamar sebanyak tiga kali. Namun kali ini ia kesal dengan Diki lantaran di tuding mencuri uang milik pelanggannya itu. "Kata dia uang tersebut di dalam kanton celana yang habis mandi," ujarnya.

 

Ketika ditanya berapa tarif Ani untuk satu kali short time, dia mengaku mematok tarif Rp 140 ribu.

 

"Awalnya kita kasih tarif diatas itu, nanti ada tawar menawar, tapi terendahnya ya Rp 140 ribu itu," katanya.

 

Kanit Patroli Polsek Kotabaru, Iptu Azwardi mengatakan pelaku dan pasangannya diamankan ke Polsek Kota Baru terlebih dahulu untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Azwardi memaparkan pelanggan tersebut merasa kehilangan uang sebesar Rp 1,7 juta setelah  melakukan hubungan dengan Ani.

 

"Uang nya hilang yang ada di celana sehabis mandi," pungkasnya. (RED)

 

Reporter : Deni