12 Anak di Jambi Jadi Korban Eksploitasi, DPMP2A Ngaku Belum Ada Payung Hukum

12 Anak di Jambi Jadi Korban Eksploitasi, DPMP2A Ngaku Belum Ada Payung Hukum
Anak-anak yang seharusnya belajar tetapi bekerja. (Dewi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Eksploitasi anak di Kota Jambi terus terjadi. Setidaknya hingga ini terdata oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi ada 12 anak yang menjadi korban eksploitasi. 

Sebagian besar eksploitasi terjadi karena orang tua dengan sengaja memperkerjakan anaknya untuk bisa menghasilkan uang. Anak diusia 7-13 tahun dipekerjakan sebagai penjual tisu dan pengamen dipersimpangan lampu merah. 

Diungkapkan Irawati Sukandar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, ada beberapa kasus eksploitasi anak yang masuk dan ditangani pihaknya.

“Yang terdata di kita ada 12 anak yang menjadi korban eksploitasi. Pelaku merupakan orangtuanya sendiri. Itu memang terbukti,” kata Irawati.

Sayangnya sampai hari ini, kata Ira pihaknya belum bisa melakukan tindakan tegas terhadap orang tua mengeksploitasi anaknya. Karena terkendala payung hukum terkait eksploitasi anak yang dilakukan orang tua. 

Saat ini pihaknya melakukan upaya pencegahan dan pembinaan sembari merancang payung hukumnya.

"Sejauh ini kita hanya memberi pembinaan. Orangtua yang ditindak belum ada, karena payung hukumnya belum kuat,” ujarnya.

Lanjut Irawati, Dinas juga melakukan kerjasama dengan persatuan advokat perempuan Kota Jambi untuk merancang payung hukum dalam menindak pelaku eksploitasi anak.

“Jadi kita bersama advokad perempuan akan godok untuk dibuatkan Perwal menindak orang tua yang melakukan eksploitasi pada anak,” pungkasnya. (RED)

Reporter : Dewi Anita