Anggota DPRD Cekman CS Bantah Terima Uang Ketok, Kusnindar Akui Menerima

Anggota DPRD Cekman CS Bantah Terima Uang Ketok, Kusnindar Akui Menerima

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Sidang lanjutan Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola digelar di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin. Dalam sidang hari ini, JPU KPK menghadirkan 12 saksi yang berasal dari anggota DPRD Jambi.

Dari ke-12 orang itu, ada lima orang yang membantah menerima uang suap untuk pengesahan APBD 2016 dan 2017 meski Zumi Zola mengakui ada permintaan uang itu.

Kelima anggota DPRD Jambi 2014-2019 yang membantah penerimaan adalah Cekman, Elhewi, Sufardi Nurzain, Parlagutan, Tadjudin. Sedangkan dua orang saksi yang juga anggota DPRD mengakui menerima yaitu M Juber dan Kusnindar.

"Permintaan uang ketok palu memang ada baik di 2016 dan 2017 tapi detilnya saya tidak mengetahui," kata Zumi Zola.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa Zumi Zola bersama-sama dengan Apif Firmansyah, Erwan Malik selaku Plt Sekretaris Daerah Pemda Jambi, Arfan selaku Plt Kepala Dinas PUPR Jambi dan Saipudin selaku Asisten III Sekretariat Jambi memberikan sejumlah Rp13,09 miliar dan Rp3,4 miliar kepada pimpinan dan anggota DPRD Jambi periode 2014-2019.

Pemberian itu dengan maksud agar pimpinan dan anggota DPRD Jambi menyetujui Rancangan Perda APBD TA 2017 dan 2018.

Anggota DPRD masih tetap meminta uang "ketok palu", yaitu sebesar Rp200 juta per anggota ditambah Rp175 juta untuk anggota Komisi III dan untuk pimpinan DPRD.

Selain didakwa menyuap, Zumi Zola juga didakwa menerima gratifikasi Rp40,477 miliar ditambah 177,3 ribu dolar AS (sekira Rp2,594 miliar) serta 100 ribu dolar Singapura (sekira Rp1,067 miliar) sehingga totalnya mencapai Rp44,138 miliar dan mobil Alphard. (red)