April-Mei Puncak Kepulangan, KJRI dan Mahasiswa di Chicago bahas terkait Pelarangan Mudik

KJRI Chicago bersama Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) Negara Bagian Michigan telah membahas skenario kepulangan para mahasiswa dari negara itu ke Tanah Air, di tengah pembatasan mudik untuk mencegah penyebaran COVID-19.

April-Mei Puncak Kepulangan, KJRI dan Mahasiswa di Chicago bahas terkait Pelarangan Mudik
KJRI dan Mahasiswa di Chicago bahas kepulangan. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - KJRI Chicago bersama Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) Negara Bagian Michigan telah membahas skenario kepulangan para mahasiswa dari negara itu ke Tanah Air, di tengah pembatasan mudik untuk mencegah penyebaran COVID-19.

April dan Mei adalah masa kepulangan mahasiswa yang sudah menyelesaikan studi dan siap meninggalkan AS.

Namun, perjalanan pulang sedikit banyak akan terkena imbas dari pemberlakuan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik, yang disahkan 23 April lalu.

Melalui telekonferensi dengan Permias Michigan, pihak KJRI Chicago menyatakan bahwa khusus bagi para mahasiswa yang kembali ke Indonesia secara permanen setelah menyelesaikan kuliah di AS disediakan sarana penerbitan surat keterangan demi membantu kelancaran perjalanan pulang.

"Perwakilan RI se-Amerika Serikat sepakat untuk membantu semaksimal mungkin, khususnya mahasiswa yang pulang ke Indonesia for good (secara permanen) karena telah menyelesaikan studi dan visa izin tinggal mereka terbatas," kata Konjen RI di Chicago Meri Binsar Simorangkir, dalam rilis pers yang diterima ANTARA, Minggu (3/5).

Alasan lain untuk memberikan bantuan kelancaran kepulangan itu adalah para mahasiswa penerima beasiswa yang lulus studi akan segera mengalami penghentian dukungan dari pihak sponsor mereka.

"Bagi yang berdomisili di luar Jabodetabek, pihak Kemendikbud juga mengupayakan penginapan sementara yang telah ditentukan, selagi para mahasiswa menunggu akses transportasi ke daerahnya dibuka kembali secara normal," Meri menambahkan.

Sementara bagi para mahasiswa yang hendak pulang dengan alasan lain di tengah situasi khusus saat ini, diharapkan dapat mengatur perjalanan pulang secara mandiri walaupun KJRI Chicago tetap akan memberikan informasi penerbangan yang masih dapat digunakan.

Menurut data KJRI Chicago, saat ini terdapat sekitar 12.500 WNI di wilayah AS bagian tengah (midwest) dengan 4.300 orang di antaranya merupakan mahasiswa. Sejauh ini, belum ada laporan mengenai WNI di wilayah itu yang terpapar virus corona.

Sumber: Antara
Editor: Ari