Atal: Wartawan Jangan Sampai Terjebak Hoaks

Atal: Wartawan Jangan Sampai Terjebak Hoaks

BRITO.ID, BERITA PALEMBANG - Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Provinsi Sumatera Selatan(Sumsel) menggelar konferensi pemilihan pengurus baru periode 2019-2024 di Asrama Haji Palembang, Sabtu (26/1), dengan diikuti ratusan anggota pemilik hak suara dari 17 Kabuparen/ Kota.

Konferensi ini dibuka Ketua Umum Pengurus Pusat PWI periode 2018-2023, Atal Sembiring Depari didampingi Ketua Bidang Daerah, Akhmad Munir, dihadiri Ketua DPRD Kota Palembang, Darmawan dan sejumlah pejabat setempat.

Atal dalam sambutannya mengatakan, pentingnya organisasi ini memiliki program kerja yang jelas dan terarah dalam rangka mendorong anggota semakin profesional dalam bekerja.

Sesuai dengan tema konferensi ini yakni menegakkan profesionalisme wartawan menuju PWI Sumsel yang kuat dan bermartabat, ia berharap kepengurusan baru dapat lebih baik dibandingkan kepengurusan yang lama.

Untuk itu, kepengurusan yang baru nantinya diharapkan dapat tertib administrasi dengan memvalidasi dan memverifikasi ulang anggota-anggota yang sudah terdaftar.

Ia juga berpesan kepada para wartawan dapat bertindak arif di tahun politik( 2019) karena akan ada pemilihan Presiden dan calon legislatif.

"Pers harus memenuhi hak publik, kita harus independen untuk kepentingan publik. Namun sebagai pribadi, kita bebas untuk memilih," tandas Atal.

Untuk itu, pers jangan ikut-ikutan memprovokasi negara apalagi di era media sosial saat ini. "Apapun yang ada di media sosial sepatutnya untuk diverifikasi kebenaran. Wartawan jangan sampai terjebak dengan "hoax", katanya.

Pemilihan Ketua PWI yang baru dilaksanakan setelah masa jabatan Ketua lama, Oktaf Riyadi berakhir di 2019 karena telah dua periode memimpin organisasi.

Pada tahap awal, panitia pelaksana melakukan verifikasi daftar pemilik tetap yang memiliki hak suara. Kemudian, tahapan dilanjutkan dengan penjaringan calon, kemudian pemilihan suara untuk memilih ketua umum.

Proses ini dipimpin oleh pemimpin sidang selaku panitia pengarah yakni Asdit Abdullah, Kurnati, Ruslan dan Anwar Rasuan.(RED)