Benang Merah Tersingkap, Dufi Tak Sadar Masuk Jebakan ketika Bertemu Sari

Benang Merah Tersingkap, Dufi Tak Sadar Masuk Jebakan ketika Bertemu Sari

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi terungkap. Setelah kedua pelaku, Nurhadi dan istrinya Sari ditangkap, benang merah mengenai pembunuhan juga perlahan tersingkap.

Dari pengakuan Nurhadi, Dufi sudah lebih dulu menghubungi istrinya Sari. Mereka berdua kemudian janji untuk bertemu di rumah kontrakan Nurhadi di Gunung Putri, Bogor. Akhirnya disetujui bertemu pada Jumat (16/11). Sayangnya tak dirinci untuk apa pertemuan ini, tapi kabarnya untuk urusan pribadi.

"(Kamis) malam hari, dia telepon, telepon sama istri. Pak Dufi telepon. Dia mengabarin kalau hari Jumat dia akan datang pagi hari," kata Nurhadi dalam video yang didapat, Kamis (22/11).

Karena ada masalah dengan keuangan, Nurhadi berdiskusi dengan istrinya untuk mencelakakan Dufi saat itu. Keduanya akhrinya setuju.

"Terus saat itu kan saya bilang ke istri bilang ini gimana kalau kita gep aja gimana?" tambah dia.

Menurut Nurhadi, semula dia tak pernah berniat untuk membunuh Dufi. Dia hanya berniat merampas mobil milik Dufi untuk dijual agar mendapatkan uang.

"Saya yang bilang, kita celakaian aja pak. Celakaian mau ngambil mobilnya aja dijual," ujar dia.

Sementara, istri Nurhadi, Sari mengatakan, ide untuk mencelakakan Dufi datang dari Nurhadi. Sari memahami bahasa gep yang digunakan Nurhadi sebagai upaya untuk membunuh, selain merampas mobil Dufi.

"Kalau masuk di (pikiran) aku dibunuh. Pengertian aku dibunuh. Karena kita ngebahas masalah keuangan mungkin pikiran aku dia bawa mobil (nanti) akan dijual," ungkap Sari.

Sari memastikan belum ada kesepakatan apa pun dengan Nurhadi soal tindakan yang akan dilakukan ke Dufi.

"Enggak ada pembahasan. Pada saat aku bertanya, berani? Berani tapi nunduk. Oh mungkin kesempatan dilanjut mungkin enggak. Itu yang ada di otak aku, tapi aku enggak tanya sampai di situ," ucap Sari. (red)