Biadab, Warga Yahudi Bunuh Orang Palestina di Tepi Barat

Biadab, Warga Yahudi Bunuh Orang Palestina di Tepi Barat

BRITO.ID, BERITA PALESTINA - Pemukim Yahudi menembak dan menewaskan seorang pria Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan pada Sabtu (26/1), kata beberapa pejabat Palestina dan militer Israel.

Peristiwa tersebut terjadi setelah bentrokan antara pemukim Yahudi dan orang Palestina di dekat Kota Ramallah, Tepi Barat. Dalam peristiwa itu seorang pemukim Yahudi luka ringan, kata militer Israel.

"Perincian awal menunjukkan bahwa tak lama sesudah itu, bentrokan terjadi antara warga sipil Israel dan Palestina di daerah tersebut. Sebanyak lima tembakan dilepaskan oleh warga sipil Yahudi. Satu orang Palestina tewas dan beberapa orang lagi cedera," kata militer di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau di Jakarta, Ahad  (27/1) Ditambahkannya, penyelidikan telah dimulai.

Rakyat Palestina mengatakan pemukim Yahudi telah memasuki Desa Al-Mughayer dan warganya berusaha mempertahankan diri mereka. Militer Israel mengatakan pasukannya membubarkan kerumunan massa. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan lelaki Palestina yang tewas tersebut berusia 38 tahun dan sembilan orang lagi cedera akibat tembakan pemukim Yahudi.

Pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina macet pada 2014, dan upaya oleh Presiden AS Donald Trump untuk memulai kembali perundingan sejauh ini tak menunjukkan kemajuan berarti.

Rakyat Palestina ingin mendirikan negara di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dengan Jerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam Perang Timur Tengah 1967, sebagai ibu kotanya.

Israel mencaplok Jerusalem Timur dalam tindakan yang tak diakui di dunia internasional dan pada 2015 menarik militer dan pemukimnya dari Jalur Gaza. Israel mempertahankan blokade atas wilayah itu, yang dikuasai kelompok HAMAS, yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Israel dan Barat.

Di Tepi Barat, rakyat Palestina memiliki kekuasaan sendiri terbatas sementara kebanyakan wilayah tersebut dikuasai oleh Israel. Kebanyakan negara memandang permukiman Yahudi dibangun secara tidak sah --pandangan yang ditolak oleh Israel, yang mengutip hubungan politik, sejarah dan kitab suci atas wilayah itu. (red)