Blusukan ke Desa, Murady Dengarkan Keluhan Masyarakat Jambi

Blusukan ke Desa, Murady Dengarkan Keluhan Masyarakat Jambi

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Tidak banyak calon legislatif (caleg) membawa konsep perbaikan ekonomi rakyat.  Namun diantaranya Murady Darmansyah, caleg DPR RI dari Partai Gerindra nomor urut tiga.

Sejak memutuskan terjun ke politik lewat partai besutan Prabowo Subianto itu, Murady bertekad membangun ekonomi kerakyatan. Sebagai sahabat dekat Sandiaga Solahudin Uno, Murady mendorong masyarakat Jambi memproduksi hasil pertanian yang dapat bersaing di pasar nasional.

Sebagai pengusaha, ia terus memotivasi usaha kecil meningkatkan omzet penjualan.

“Saya blusukan ke desa-desa, ekonomi jadi masalah utama saat ini. Semua orang mengeluh,” ujar Murady.

Konsep membangun ekonomi kerakyatan, kata Murady, harus dimulai dengan membina petani mendapatkan produk pertanian terbaik, menampung dan memasarkannya. Dengan begitu petani tidak perlu lagi menunggu tengkulak membeli hasil panen. Petani juga menikmati harga hasil panen yang layak dan menyejahterakan.

“Yang kami inginkan adalah situasi perekonomian masyarakat kembali pulih,” ujar Murady.

Tanpa membangun ekosistem, sangat sulit mewujudkan ekonomi kerakyatan yang kuat.

“Ini juga komitmen saya, partai Gerindra dan Pak Prabowo,” ujarnya. “Kami akan terus berkarya demi mewujudkan Indonesia makmur dan sejahtera,”imbuhnya.

Masalah lain yang menjadi sorotan Murady adalah hancurnya harga sawit. Akibatnya, banyak petani kesusahan. Ekonomi hancur berantakan.

Murady menerima curhat langsung dari para petani. Menurutnya, kehancuran ekonomi warga bisa berdampak buruk. Salah satunya akan memicu munculnya kriminalitas.

“Bahaya kalau begini terus. Harga barang petani anjlok sementara harga kebutuhan sehari hari terus meningkat,” katanya.

Perkebunan sawit memang menjadi andalan ekonomi sebagian masyarakat Jambi. Selama ini meningkatnya permintaan pasar turut mengubah nasib petani menjadi lebih mak-mur dan sejahtera. Namun, euforia kegemilangan ekonomi sawit kini berakhir sudah.

Warga terpukul anjloknya harga sawit. Terlebih sawit merupakan sumber ekonomi utama. Kepala jadi pusing tujuh keliling. Ditambah lagi harga-harga sembako mulai merangkak naik.

“Ini bahaya. Kebun-kebun sudah banyak tak terurus. Kondisi petani sangat memprihatinkan,” jelas Murady.

Politisi Gerindra ini mengkritik pemerintah agar serius memikirkan kegelisahan para petani. Hanya satu harapan Murady, petani sawit bangkit lagi. (sai/ADV)