BREAKING NEWS!!! Puluhan Paramedis Puskesmas di Merangin Demo Tuntut TPP ke DPRD

BREAKING NEWS!!! Puluhan Paramedis Puskesmas di Merangin Demo Tuntut TPP ke DPRD
Puluhan Tenaga kesehatan Merangin menunggu Pimpinan DPRD Merangin. (Rhizki/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Puluhan Paramedis terdiri dari Perawat, Bidan dan Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM), sekitar pukul 15.20 WIB mendatangi Gedung DPRD Merangin.

Informasi yang dihimpun, Puluhan Paramedis dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Merangin ini menuntut kenaikan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).

Seorang Perawat yang dikonfirmasi media ini mengatakan, kalau kedatangan mereka ini untuk mempertanyakan kenaikan TPP yang dijanjikan Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu.

"Kami ingin mempertanyakan, apakah Dinkes benar-benar mengusulkan kenaikan TPP ke DPRD atau tidak, karena informasinya Dinkes sama sekali tidak mengusulkan kenaikan TPP ini ke DPRD," ujar Perawat yang enggan disebutkan namanya kepada BRITO.ID, saat di gedung DPRD, Jumat (2/8).

Diceritakannya, TPP yang diberikan kepada seluruh Paramedis kali ini, jauh turun dari sebelumnya, karena sebelumnya mereka menerima TPP sebesar Rp 750 ribu. Sayangnya  saat ini mereka hanya menerima Rp 550 ribu secara merata baik golongan II maupun golongan III.

"Malahan TPP kami ini, kalah jauh dibandingkan dengan ASN lainnya seperti yang di Kantor Lurah, Kantor Camat atau Dinas lainnya, mereka terimanya sesuai dengan golongan, dimana yang paling kecil terimanya Rp 800 ribu untuk golongan II A, kami malah hanya Rp 550 ribu, itupun sama semuanya, baik golongan II ataupun golongan III," ujarnya.

Bahkan, seluruh Paramedis ini sebelumnya telah menghadap langsung ke Bupati Merangin, dan saat itu dihadapan Bupati, Ps Kepala Dinkes, Abda'i, yang berjanji akan mengurus kenaikan ini.

"Tapi nyatanya kali ini tidak ada, kalau memang tidak ada kejelasan sampai besok pagi, kami seluruhnya akan mogok," tegasnya.

Pantauan Brito.id, saat ini puluhan Paramedis, masih menunggu kehadiran Pimpinan DPRD Merangin, yang masih membahas anggaran dengan OPD lainnya. (RED)

Kontributor : Rhizki Okfiandi