Diam-diam Kejari Muaro Jambi Sangat Berharap Pembangunan LP Dewasa

Diam-diam Kejari Muaro Jambi Sangat Berharap Pembangunan LP Dewasa
Kejari Muarojambi. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Bupati Muarojambi, Masnah Busro sebelumnya telah meminta kerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM agar membangun Lapas laki-laki di Muaro Jambi. 

Pemda Muaro Jambi telah menyiapkan lahan seluas 7 hektar untuk lokasi LP termasuk akan membangun pagar untuk mewujudkan rencana pembangunan tersebut. 

Niat baik Pemkab ini juga pernah disampaikan langsung saat kunker Kemenkum HAM ke Muarojambi beberapa waktu lalu. Niat Pemkab Muaro Jambi untuk membantu Kementerian Hukum dan HAM RI dalam mewujudkan pendirian Lembaga Pemasyarakatan (LP) Dewasa di Kabupaten Muaro Jambi mendapat respon positif dari Kejari Muaro Jambi. 

Lembaga korps Adhiaksa ini diam-diam ternyata sudah cukup lama mengharapkan adanya LP Dewasa di Bumi Sailun Salimbai. 

"Tentu kita sangat mendukung rencana itu," ungkap Kasi Pidum Kejari Muarojambi Bambang Harmoko, Sabtu (31/8/19).

Bambang menyebutkan LP dewasa sangat dibutuhkan di Muarojambi lantaran angka kriminalitas di Muaro Jambi tergolong cukup tinggi. 

Para pelaku kriminalitas yang menjadi tahanan Kejari Muaro Jambi maupun yang sudah vonis selama ini dititipkan dan menjalani hukuman di LP Kota Jambi. Akibatnya, penghuni LP Kota Jambi menjadi over kapasitas.

"Penghuni Lapas di Kota Jambi itu sudah over kapasitas, memang sepatutnya di Muaro Jambi ini harus ada LP Dewasa. Awalnya Kita berharap pendirian LP di Desa Bukitbaling untuk LP Dewasa. Namun ternyata bangunan tersebut untuk LP Perempuan," urai Bambang.

Hadirnya LP Dewasa di Muaro Jambi, kata Bambang, tentu akan sangat membantu Kejari Muarojambi dalam proses persidangan. Resiko menjemput maupun memulangkan tahanan akan semakin kecil dan biaya operasional yang dikeluarkan sudah pasti makin sedikit. 

"Selama ini tahanan kita dititipkan di Lp Jambi. Kita harus jemput pagi hari dan kadang pulangnya malam hari. Itu semua membutuhkan biaya operasional. Belum lagi resiko di jalan," ujarnya

Bambang menjelaskan, selama ini pihak LP Jambi sebenarnya mengeluh terutama terkait pemulangan tahanan yang terkadang baru tiba malam hari. Namun, mereka tetap menerima walaupun sebenarnya hal itu penuh resiko. 

"Kadang mereka komentar, mau ditolak tapi mereka kasihan. nanti tahanan mau dititip dimana. Mau tidak mau diterima. Sebenarnya itu beresiko, apa lagi jam malam pergantian ship. Kekuatan keamanan juga tidak sekuat pada pagi hari," pungkasnya. (RED)

Kontributor : Romi R