Ditpolair Jambi Siaga Perairan Rawan Kecelakaan

Ditpolair Jambi Siaga Perairan Rawan Kecelakaan

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Jambi menyiagakan personil dan peralatannya untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut yang rawan terjadi di perairan Tanjungjabung Timur maupun Barat, Provinsi Jambi selama berlangsungnya operasi Ketupat 2019.

Direktur Polair Polda Jambi, Kombes Pol Fauzi Bakti di Jambi, Sabtu (1/6) mengatakan selama arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1440 H, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatu untuk antisipasi kecelakaan lalu lintas di perairan dengan menyiapkan beberapa pos pengamanan dan pelayanan.

"Tidak hanya itu, Polisi perairan juga meminta kepada pihak penyedia angkutan air agar melengkapi segala perlengkapan seperti pelampung keselamatan dan perahu darurat untuk menekan angka kematian jika memang terjadi kecelakaan air nantinya," katanya.

Penyedia jasa angkutan harus melengkapi segala keperluan saar berlayar, seperti jaket keselamatan, pelampung serta perahu darurat dan yang lebih penting kapan yang berlayar harus punya Surat Izin Berlayar atau SIB" kata Kombes Pol Fauzi Bakti.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, Ditrpolairud juga menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Tim SAR atau Basarnas untuk bersama-sama dilibatkan dalam kegiatan operasi ketupat 2019 khusus wilayah perairan di provinsi Jambi.

Sementara itu kawasan yang menjadi rawan laka air berada di daerah Tanjungjabung Timur dan Tanjungjabung Barat, karena memang kawasan tersebut merupakan daerah dimana bertemunya antara air sungai dan air laut, sehingga kapal mudah kehilangan kendali.

Kemudian lagi setiap nahkoda dan Anak Buah Kapal (ABK) harus melewati tes kesehatan sebelum melakukan perjalanan, agar kejadian yang tidak di inginkan terjadi, jika ada nahkoda dan ABK tidak lulus tes maka, tidak di perbolehkan membawa kapal untuk berlayar.

"Nanti akan ada tes kesehatan terhadap nahkoda dan ABK, untuk memastikan mereka sehat dan siap membawa penumpang ke tempat tujuan, jika ada yang tidak lulus tes maka akan di larang membawa kapal ke penyebrangan," kata Fauzi Bakti lagi.

Sedangkan jumlah personel yang diterjun untuk patroli di wilayah perairan ada sedikitnya ada 170 orang yang akan keliling setiap harinya di kawasan rawan kecelakaan hingga arus balik selesai. (RED)