Duh! Ibu Wati Viral Tuding Tetangga Kaya karena Babi Ngepet, Ternyata Buka Praktik Paranormal

Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan penemuan seekor babi yang disebut-sebut sebagai babi jadi-jadian atau babi ngepet. Peristiwa itu terjadi di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Kasus tersebut menyeret seorang wanita, yakni Ibu Wati. Namanya viral lantaran menuding tetangganya kaya karena memelihara babi ngepet. Setelah polisi mengungkap bahwa kejadian itu hanya rekayasa seorang warga bernama Adam Ibrahim.

Duh! Ibu Wati Viral Tuding Tetangga Kaya karena Babi Ngepet, Ternyata Buka Praktik Paranormal
Kiri) tangkap layar video tuduhan Ibu Wati ke tetangganya dan (Kanan) foto babi yang diamankan warga di Sawangan Depok. (Ist)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan penemuan seekor babi yang disebut-sebut sebagai babi jadi-jadian atau babi ngepet. Peristiwa itu terjadi di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Kasus tersebut menyeret seorang wanita, yakni Ibu Wati. Namanya viral lantaran menuding tetangganya kaya karena memelihara babi ngepet. Setelah polisi mengungkap bahwa kejadian itu hanya rekayasa seorang warga bernama Adam Ibrahim.

Adam Ibrahim dan delapan temannya mengarang cerita agar kampungnya terkenal dan ramai.

Di balik hoaks kejadian penemuan babi ngepet di Depok itu, sosok Ibu Wati menjadi viral. Di lokasi penemuan babi ngepet di Depok, tak terduga Ibu Wati berkomentar pedas.

Ibu Wati bahkan menuduh tetangga yang pengangguran tapi bisa kaya. Ia menyebut tetangga nganggur namun bisa banyak uang menduga pesugihan babi ngepet.

Karena lontaran komentar tersebut, sosok Ibu Wati kini viral sejak kejadian. Diketahui, Ibu Wati ternyata seorang paranormal di Kampung Baru tersebut.

Ia membuka praktik pengobatan tradisional dan paranomal. Wati merupakan warga Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Namun, diketahui juga Ibu Wati bukanlah warga asli di daerah penempuan babi ngepet tersebut. Ia adalah warga yang mengontrak di Kampung Baru, Desa Ragajaya, Bogor.

Karena seorang pendatang, akibat kejadian itu Ibu Wati harus menanggung akibatnya. Kini warga di sekitarnya meminta Ibu Wati pergi dari kampung mereka.

Warga mengusir Ibu Wati karena dinilai mencemarkan nama Kampung Baru, Desa Ragajaya. Kini, Ibu Wati benar-benar pindah dan keluar dari kampung tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua RW 10 Kampung Baru, Desa Ragajaya Syarif Nurzaman.

“Pindahnya karena dia diusir sama warga lah," ujar Syarif Nurzaman dikutip dari TribunJakarta, Jumat (30/4/2021)

Syarif Nurzaman menjelaskan dirinya sudah berusaha menengahi warganya.

Ibu Wati bahkan sudah meminta maaf dan mengklarifikasi lontaran komentar pedasnya. Namun, karena lebih banyaknya warga yang kecewa, terpaksa Ibu Wati pindah rumah.

Ketua RW itu mengatakan sebelum pindah Ibu Wati meminta waktu lima hari untuk meninggalkan Kampung Baru. Ibu Wati harus mengurus perpindahan dan mempersiapkan barang-barangnya.

Sumber: Tribunnews.com
Editor: Ari