Fakta Video Mesum Siswi SMP dan Siswa SD di Magetan

Fakta Video Mesum Siswi SMP dan Siswa SD di Magetan
Video mesum SD dan SMP yang viral. (YouTube)

BRITO.ID, BERITA MAGETAN - Ini fakta-fakta video mesum siswa SD dan siswi SMP di Magetan yang direkam hingga viral.

Bahkan perbuatan mesum siswa SD dan siswi SMP di Magetan itu diketahui direkam hingga viral.

Dalam video berdurasi 1 menit itu terlihat bahwa siswa SD dan siswi SMP itu masih mengenakan seragam sekolah.

Berikut ini fakta-faktanya berdasarkan penelurusan.

1. Beredar Sejak Tiga Hari Lalu

Video mesum siswa SD dan siswi SMP di Magetan ini disebut beredar sejak tiga hari yang lalu.

Bahkan beberapa video yang beredar ada yang sudah diedit dan ditambahi musik dangdut koplo.

Beberapa adegan juga terlihat ditutupi dengan gambar-gambar emoji.

2. Dilakukan Sepulang Sekolah

Video ini diperkirakan dibuat dirumah anak laki laki itu, dilakukan sepulang sekolah.

Karena orangtua anak laki laki itu bapaknya menjadi TKI Malaysia.

Sementara itu sang ibu bekerja di sawah saat kejadian.

Saat ini anak laki laki di video itu masih duduk di bangku klas VI SDN di Kabupaten Magetan bagian Selatan.

Sedang anak perempuannya sudah lulus SD dan melanjutkan di sekolah agama.

3. Keterangan Kepala Sekolah

Kepala Sekolah SDN Lembeyan 1, Magetan, membenarkan kalau pemeran video itu siswa di sekolahnya. Sedang yang perempuan alumni SDN Lembeyan 2, Magetan.

"Sekolah sudah memanggil orangtua siswa bersangkutan, untuk diberikan nasihat dan pengarahan agar siswa tersebut tidak kembali melakukan perbuatan yang sama,"kata Supeno, singkat.

4. Pesan Pengamat Pendidikan

Terkait peristiwa yang kini viral, pengamat pendidikan Kabupaten Magetan turut berkomentar.

"Memang ini dilema, karena ada pelajaran tertentu yang memerlukan smart phone seperti Tikom dan pengumuman berkaitan dengan mata pelajaran," kata pengamat pendidikan Kabupaten Magetan Muhammad Anis Spd, Kamis (18/7) seperti dilansir suryamalang.com

Tapi, lanjut Muhammad Anis, penggunaan smart phone itu, terutama kalau gawai itu dibawa ke sekolah, setiap pelajaran dimulai, gawai yang dibawa siswa siswi itu harus dikumpulkan di sekolah.

"Makanya, sebagai bentuk pengawasan, sekolah harus rajin razia."

"Kecuali kalau pelajaran Tikom, memang mengharuskan bawa gawai atau smart phone."

"Memang dilema, tapi tinggal orangtua dan sekolah harus aktif, selain pengawasan juga nasihat atau perhatian dari orangtua,"ujar Muh Anis salah satu guru di SMPN Magetan ini. (RED)