Ini Kata BPOM Penyebab Warga Batanghari Keracunan Makanan

Ini Kata BPOM Penyebab Warga Batanghari Keracunan Makanan

BRITO.ID, BERITA BATANGHARI - Masih ingat kejadian di Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari beberapa waktu lalu, puluhan warga keracunan makanan setelah makan gado gado diacara yassinan ibu-ibu pada 14 Desember 2018 lalu.

Diketahui, bahwa korban termakan makanan yang telah terkontaminasi oleh mikroba E.coli. Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi akhirnya secara resmi mengumumkan penyebab keracunan massal tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kaupaten Batanghari dr Efie Yennie saat dikonfirmasi awak media Jum’at (4/1/2019) membenarkan hal tersebut.

“Iya, benar hasil pemeriksaan BPOM terkait kasus tersebut sudah keluar pertanggal 3 Januari 2019 kemarin. Dengan Nomor: PM.04.06.892.01.19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, dr Elfie Yennie.

Dikatakannya, berdasarkan uji tes yang dilakukan oleh BPOM terhadap sampel makanan berupa gado-gado ditemukan sejumlah koloni mikroba jenis E.Coli dan S.areus.

“Memang pemeriksaanya butuh waktu cukup lama untuk pemeriksaan. Dikarenakan sampelnya harus diproses dengan cara pembiakan untuk bisa mengetahui jumlah pasti koloni kumannya,” terangnya.

Dikatannya pula, kesimpulan dari kasus KLB keracunan pangan di Desa Rambutan Masam yang terjadi pada beberapa waktu lalu disebabkan komsumsi makanan gado-gado yang terkontaminasi oleh kuman Eschericia coli dan Staphylococcous areus. Dirinya pun meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan mengolah makanan. Karena masalah keamanan pangan harus benar-benar diutamakan.

“Untuk itu masyarakat harus pandai dalam memilih bahan pangan. Pilihlah bahan pangan yang masih segar dan tidak rusak. Pengolahan makanan harus memperhatikan aspek kebersihan dan menggunakan air yang memenuhi syarat kesehatan. Jika untuk makanan kemasan harus cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar dan masa kadaluarsa)," ujarnya. (Red)

Kontributor : Syahreddy