Jalan Lintas Timur Palembang-Jambi Rusak Parah Mulai Diperbaiki

Jalan Lintas Timur Palembang-Jambi Rusak Parah Mulai Diperbaiki

BRITO.ID, BERITA PALEMBANG - Jalan Lintas Timur ruas Palembang-Jambi yang mengalami kerusakan cukup parah sejak dua bulan terakhir, mulai diperbaiki oleh pemerintah.

Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional Wilayah V Kiagus Syaiful Anwar di Palembang, Senin, mengatakan timnya mendata sekitar 95 lubang akan ditambal dalam proses perbaikan yang diperkirakan memakan waktu dua pekan ini. Pekerjaan telah dimulai Minggu (24/2) malam.

"Kami akan prioritaskan dulu lokasi yang ramai seperti di depan Pasar Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin," katanya.

Ia menjelaskan pengerjaan itu tidak mudah karena jalur Palembang-Jambi tergolong padat. Jalan itu satu-satunya jalur logistik truk pengangkut sembako dan berbagai kebutuhan antarprovinsi.

Oleh karena itu, pekerjaan perbaikan jalan dilakukan malam hari, yakni sekitar pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.

"Saat jalur kembali macet, terpaksa kami pindah ke lokasi lain," kata dia.

Selain padatnya lalu lintas, pemerintah juga dihadapkan pada pendanaan karena paket pengerjaan perbaikan Jalan Lintas Timur untuk 2019 sebenarnya belum dikucurkan.

Di sisi lain, kerusakan jalan itu sudah menggangu aktivitas masyarakat karena sejak dua bulan terakhir kerap terjadi kemacetan hingga beberapa kilometer.

Bahkan, pada Minggu (23/2) terjadi kemacetan hingga tujuh kilometer di Kecamatan Sungai Lilin menuju Kecamatan Bayung Lincir karena ada truk terguling.

Untuk mengatasi hal itu, BBPJN Wilayah V memperbaiki secara swakelola.

"Kami beli material dan sewa alat juga untuk memperbaiki jalan ini untuk sementara sembari menunggu penetapan pemenang lelang," kata dia.

Pada 2019, pemerintah menganggarkan perbaikan jalan Palembang-Jambi sejauh 56 kilometer sekitar Rp130 miliar, sedangkan untuk jalur perbatasan Jambi, Jalan Lintas Timur hingga Lampung sejauh 350 kilometer sekitar Rp1,40 triliun.

Syaiful mengatakan paket pekerjaan itu fokus pada peningkatan fungsional jalan yang meliputi kontruksi, rehab, dan rekondisi hingga dua meter dari bahu jalan. Untuk pelebaran jalan, pemerintah belum memprogramkan.

Pekerjaan itu diperkirakan berlangsung tak berapa lama lagi karena penetapan pemenang lelang akan ditetapkan di Jakarta, kira-kira dua pekan mendatang.

"Setelah ditetapkan, kami hanya butuh dua pekan untuk persiapan. Target kami sebelum Lebaran jalan sudah mulus," kata dia. (red)