Karhutla di Jambi Mengganggu Negara Tetangga, Gubernur dan Kasatgas Dipanggil Menkopolhukam

Karhutla di Jambi Mengganggu Negara Tetangga, Gubernur dan Kasatgas Dipanggil Menkopolhukam
Sekda Jambi M Dianto. (Deni/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi yang memiliki luasan lahan gambut 716,311 hektar menjadi pokok bahasan di tingkat Nasional. 

Pasalnya, kegelisahan asap berbahaya tidak hanya untuk masyakat Jambi tetapi sudah merambah ke Negara tetangga.

Pembahasan itu akan dilaksanakan besok Selasa, 6 Agustus 2019 yang melibatkan Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, Danrem 042/Gapu dan Kepala BPBD Provinsi Jambi bersama Menteri Polhukam.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto mengatakan, menyikapi persoalan Karhutla, Pemerintah Provinsi Jambi telah mengantisipasi dengan mengeluarkan surat siaga bencana.

"Dengan dikeluarkannya surat itu, kita telah mendapatkan bantuan dua helikopter water bombing dari BNPB Pusat," ujanya.

Dijelaskannya, saat ini dua helikopter itu telah bekerja melaksanakan pemadaman di Desa Arang-arang, Kabupaten Muaro Jambi. Dimana lokasi yang saat ini lahan gambut yang terluas dan telah terbakar seluas 40 hektar.

"Walaupun apinya telah berhasil di padamkan, karena kondisi lahan tersebut merupakan lahan gambut sehingga masih mengeluarkan asap," katanya.

Ketika ditanya terkait upaya Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan hujan buatan, Sekda menerangkan bahwa pihaknya harus melaksanakan sinkronasi dengan tim Satgas Karhutla.

Selain itu, pihaknya juga berupaya meminimalisir perluasan lahan yang terbakar dengan cara membuat kanal-kanal guna membasahi laham gambut agar tidak terbakar. (RED)

Reporter : Deni