Kasat Pol PP Sarolangun Ngeluh PPNS Sedikit, Belum Ada Kasus yang Diselesaikan

Kasat Pol PP Sarolangun Ngeluh PPNS Sedikit, Belum Ada Kasus yang Diselesaikan
Kasat Pol PP Sarolangun (Arfandi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Jumlah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Pemerintah Kabupaten Sarolangun hanya berjumlah empat orang. Terutama di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sarolangun. 

"Saat ini ada 5 orang PPNS, termasuk saya yang baru selesai Diklat Reserse di Mega Mendung. Karena satu pensiun maka tinggal empat orang. Bulan depan ada lagi satu pensiun jadi tinggal sedikit.  Idealnya memang harus ada 10 orang PPNS," kata Kasat Pol pp Sarolangun Riduan (6/8/2019)

Dirinya selaku Kasat Pol PP, sesuai PP Nomor 16 tahun 2018 diwajibkan sebagai PPNS. Sebagai atasan dari penyidik, sehingga dia baru menyelesaikan pendidikan PPNS tersebut pada 02 Agustus ini, yang berlangsung selama satu bulan lamanya. 

"Kedepan memang harus ditambah lagi, karena yang aktif tinggal tiga orang lagi karena dua orang pensiun," katanya. 

Ia menjelaskan bahwa seorang penyidik PPNS itu memiliki kewenangan untuk melakukan penanganan tindak pidana ringan.  Menetapkan tersangka lalu membawa ke meja pengadilan untuk dilakukan putusan.

"Pelakunya bisa di kenangan hukuman penjara tiga bulan, karena kita hanya menegakkan pada perda, perkara dan Sanksinya tipiring itu yang bisa kita garap," katanya. 

Namun, kini katanya belum ada kasus yang bisa diselesaikan  penyidik PPNS. Namun kedepan pihaknya akan berupaya untuk menyoroti sejumlah perkara yang menyalahi aturan perda. 

"Kedepan kita akan sorot, saya tadi sudah ketemu BPPRD akan menyikapi hal perda salah satunya retribusi, pajak. Dalam minggu ini kita akan mengadakan rapat dengan penyidik PPNS yang ada di Sarolangun, kami bekerja bisa melalui laporan, temuan juga, bisa baru kita lakukan penyidikan. Tujuan kita kedepan dapat mendongkrak PAD Sarolangun," pungkasnya. (RED)

Reporter : Arfandi S