Lapor Pak Bupati, Warga Bathin VIII Terpaksa Gunakan Air Sungai Bekas PETI

Lapor Pak Bupati, Warga Bathin VIII Terpaksa Gunakan Air Sungai Bekas PETI
Warga gunakan air bekas PETI di Bathin VIII. (Arfandi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Warga Desa Pulau Buayo, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun mengaku musim kemarau sangat sulit mendapatkan air bersih. 

Terlebih keperluan sehari-hari, warga terpaksa menggunakan air yang tercemar limbah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

"Sumur yang berada di rumah warga rata-rata sudah mengalami kekeringan, terpaksa kami gunakan air sungai," ungkap Halimah warga Pulau Buayo, Selasa (6/8/2019).

Halimah mengatakan situasi ini dialami sudah hampir dua pekan ini.

"Hampir semua warga saat ini mengeluhkan dan kesulitan air bersih. Baik untuk memasak maupun kebutuhan lainnya," katanya.

Meski beralih ke sungai. Kondisi air sungai pun tak layak digunakan. Air sungai keruh tercemar oleh aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) mengalir.

"Semuanya sudah beralih ke air sungai," katanya.

Hal yang sama juga dikatakan, warga lain, Rayan. Dengan kondisi ini warga takut jika air digunakan terus menerus mengakibatkan sumber penyakit.

"Semoga secepatnya ada solusi dari Pemerintah daerah, apakah itu bantuan air bersih atau biaya penggalian sumur. Dan mudah-mudahan saja musim hujan segera datang agar sumur warga kembali terisi air," pungkasnya. (RED)

Reporter : Arfandi S