Mahdan Petantang-petenteng Bawa Senjata Api Curian, Warga Sungai Bungur Lari Ketakutan

Mahdan Petantang-petenteng Bawa Senjata Api Curian, Warga Sungai Bungur Lari Ketakutan
Direskrimum Edi Faryadi memperlihatkan senpi yang diamankan. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Aksi yang dilakukan Mahdan (24) warga Sumatera Utara ini tergolong sangat nekat. 

Tak hanya mencuri senpi milik aparat, residivis kasus penyalahgunaan narkoba ini malah petantang-petenteng membawa senpi curian. Warga yang melihat sontak ketakutan.

"Dia petantang-petenteng bawa senjata. Warga yang melihat langsung melapor ke kita. Pak ada orang gila bawa senjata kami takut pak," cerita Kasat Reskrim Muarojambi AKP George Aleksander Pakke.

Polisi pun menenangkan warga dan menyuruh warga untuk lari dan berlindung. Polres Muarojambi bersama tim gabungan dari Polres Sarolangun dan Polda Jambi akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku. 

Polisi berhasil mengetahui posisi pelaku dari handphone milik Kanit Reskrim Polsek Pauh yang turut dicuri pelaku. Petugas sudah berada di lokasi pada Jum'at (23/8/19) malam. Pelaku kabur ke tempat temannya di RT 04 Desa Sungaibungur. 

"Pagi harinya dia keluar dari tempat persembunyiannya. Petugas langsung bergegas menangkap pelaku," papar Kasat.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Pol Edi Faryadi mengungkapkan saat akan ditangkap, pelaku melawan dan melepaskan tembakan ke arah petugas. 

Sempat terjadi baku tembak antara pelaku dan petugas. Dengan tindakan tegas dan terukur akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan. Pelaku tewas setelah tertembak peluru di bagian dada. Selanjutnya pelaku langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jambi.

"Kita lakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku karena melawan saat hendak ditangkap. Pelaku melepaskan tembakan ke arah petugas dengan senpi curian," kata Kombes Pol Edi Faryadi saat konferensi pers di RS Bhayangkara Polda Jambi, Sabtu (24/8/19).

"Sempat terjadi baku tembak antara pelakundan petugas. Dengan kesigapan petugas akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku," timpal Edi. (RED)

Kontributor : Romi