Masih Trauma Tsunami, Hujan Deras dan Angin Kecang Cemaskan Pengungsi Palu

Masih Trauma Tsunami, Hujan Deras dan Angin Kecang Cemaskan Pengungsi Palu

BRITO.ID, BERITA PALU - Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu diguyur hujan lebat sehingga mengakibatkan beberapa kawasan permukiman di wilayah itu teremdam banjir.

Berdasarkan pantauan Antara, beberapa ruas jalan di kota itu ikut terendam dan arus lalu lintas kendaraan di jalan terlihat melambat.

Sementara warga pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darut terlihat cukup sibuk karena air masuk dalam tenda dan mengenangi tempat tidur mereka.

Permukiman warga yang terendam tersebar di beberapa titik antara lain di bilangan Jalan Malaya, Kelurahan Birobuli Selatan, Jalan Karajalembah, Jalan Miangas, Jalan Lembu, dan Kampung Lere.

Kebanyakan rumah warga terendam banjirakibat luapan air dari drainase , meski hujan deras hanya berlangsung sekitar satu jam.

Permukiman warga yang terendam menjadi langganan tetap saat hujan deras mengguyur wilayah Kota Palu, karena memang berada di dataran rendah.

Di bilangan Jalan Karajelembah, air mengalir bagaikan sungai. Kendaraan-kendaraan yang melintas mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu guna menghindari kecelakaan.

Dudin, salah seorang warga di Karajalembah mengatakan rumahnya terendam dan beberapa peralatan dapur, termasuk beras satu karung ikut terendam.

"Hujan cukup deras dan juga disertai angin kencang itu sedikitnya membuat warga cemas, apalagi gempa masih saja mengguncang Kota Palu, meski skala kecil." kata dia.

Hal senada juga disampaikan Sri, seorang warga di bilangan Jalan Malaya. Di kawasan itu juga banyak rumah yang terendam.

Saban hujan deras, kawasan permukiman penduduk di wilayah tersebut sering menjadi langganan banjir, sebab lokasinya berada pada dataran rendah.

Kawasan itu juga terdampak bencana alam gempabumi. Banyak rumah yang rusak, termasuk rumahnya ambruk diterjang gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Kota Palu dan menimbulkan tsunami pada 28 September 2018 itu. (red)