Menkeu Sri Mulyani Sebut Korban Lion Air JT 610 Sangat Menginspirasi

Menkeu Sri Mulyani Sebut Korban Lion Air JT 610 Sangat Menginspirasi

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pegawai Kementerian Keuangan yang menjadi korban kecelakaan penerbangan Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang akan selalu menjadi inspirasi.

"Saya sangat bangga kepada dedikasi mereka semua. Saya sangat berterimakasih. Mereka akan selalu menjadi sosok inspirasi bagi kami jajaran pegawai," kata Sri Mulyani seusai memimpin upacara Hari Oeang di Jakarta, Selasa.

Upacara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo beserta jajaran eselon satu dan para pegawai Kementerian Keuangan.

Suasana haru dan pilu mengiringi perayaan Hari Oeang kali ini karena terjadi kecelakaan pada Senin (29/1) pagi yang melibatkan 21 pegawai Kementerian Keuangan yang bekerja di kantor vertikal Pangkal Pinang.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani yang berbaju putih hitam mengajak seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta dengan menundukkan kepala dan mendoakan para penumpang.

"Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Esa, memberi jalan terbaik dan ampunan serta balasan yang berlipat atas seluruh amal dan pengabdiannya kepada Republik Indonesia," katanya.

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memberi dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Kemudian, Sri Mulyani yang mengenakan pita hitam di lengan kiri juga memberikan hormat kepada deretan foto 21 pegawai Kementerian Keuangan yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Suasana haru serupa juga terlihat sebelumnya ketika Sri Mulyani bersama jajaran eselon satu mendatangi Kantor Basarnas seusai kabar kecelakaan diperoleh.

Isak tangis juga terlihat ketika Sri Mulyani mengunjungi keluarga korban di ruang VIP Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Pada Senin (29/10) malam, Sri Mulyani yang masih diliputi suasana duka juga mendatangi RS Polri untuk mendapatkan informasi mengenai korban jiwa. (red)