Model Sekolah Tatap Muka, SMPN 2 Bekasi Siapkan Protokol COVID-19

SMP Negeri 2 Bekasi menjadi salah satu dari empat sekolah permodelan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di lingkungan sekolah saat masa pandemik virus Corona. Kepala Sekolah SMPN 2 Bekasi, Samsu, mengatakan telah mempersiapkan segala protokol kesehatan COVID-19.

Model Sekolah Tatap Muka, SMPN 2 Bekasi Siapkan Protokol COVID-19
Ruang kelas di sekolah model tatap muka. (Ist)

BRITO.ID, BERITA BEKASI - SMP Negeri 2 Bekasi menjadi salah satu dari empat sekolah permodelan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di lingkungan sekolah saat masa pandemik virus Corona. Kepala Sekolah SMPN 2 Bekasi, Samsu, mengatakan telah mempersiapkan segala protokol kesehatan COVID-19.

"Hari ini hari pertama tahun ajaran baru. SMPN 2 Bekasi disiapkan sebagai role model untuk proses pembelajaran tatap muka tahun ajaran baru, tapi belum dilaksanakan di tanggal 13 (Juli) ini, semua masih proses daring. Yang dijadikan role model itu persiapannya secara administrasi, sarana prasarana, maupun strategi pembelajarannya," kata Samsu saat ditemui di SMPN 2 Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Margahayu, Kota Bekasi, Senin (13/7/2020).

Samsu mengatakan pihaknya masih mempersiapkan KBM tatap muka. Dia memperkirakan KBM tatap muka SMP berjalan setelah KBM SMA dilakukan.

"Kita lagi proses dan ini akan dievaluasi, setelah evaluasi ditetapkan kapan SMP 2 mulai belajar tatap muka. Di rundown kementerian untuk minggu pertama SMA/SMK ya, SMP setelah SMA/SMK," jelasnya.

Sejumlah sarana dan sistem belajar di sekolah ikut disesuaikan agar memenuhi protokol kesehatan. Kapasitas kelas pun dikurangi separuh jumlah siswa per kelas.

"Jumlah siswa per kelas dibagi dua. Di kita kan paling banyak ada 36 (orang) per kelas, berarti dibagi 2 jadi 18 siswa," ujar Samsu.

Di lokasi, terlihat jumlah meja dan bangku di ruang kelas sudah dikurangi. Terdapat tanda silang sebagai bentuk pembatas antar-siswa.

SMPN 2 Bekasi juga menambahkan fasilitas cuci tangan di beberapa titik di lingkungan sekolah. Tanda batas juga dipasang di luar kelas sebagai upaya menjaga jarak. Samsu menyebut ada beberapa penyesuaian sarana sekolah terkait KBM tatap muka di masa pandemi ini.

"Kita ada penambahan begitu pintu masuk harus ada alat cuci tangan. Perombakan di kelas itu tadinya 40 sekarang hanya 20, itu perombakan dari segi sarana," tuturnya.

Samsu mengatakan nantinya KBM tatap muka hanya diikuti satu kelas per hari. Waktu KBM juga dikurangi dari jadwal reguler.

"KBM tatap muka itu per harinya hanya satu kelas pararel, kita sudah bikin strateginya kelas 9 Senin, kelas 8 Selasa, kelas 7 Rabu, dan selanjutnya. Per kelas kita hanya 20 (siswa) maksimal, waktu belajarnya lebih sedikit biasanya 40 menit sekali tatap muka sekarang hanya 25 menit, istirahatnya di kelas saja 10 menit untuk mereka makan. Kita sudah susun jadwal anak mulai (belajar) jam 07.30-11.00," papar Samsu.

Samsu menyebut siswa wajib menggunakan masker. Pihak sekolah juga akan menyediakan masker untuk siswa yang tidak membawa atau maskernya rusak.

"Penekanan Pak Wali kemarin pastikan masker. Untuk masker sekolah menyiapkan seandainya kelupaan, robek, atau rusak. Termasuk untuk guru," kata Samsu.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah meninjau empat sekolah permodelan untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar (KBM) yang dilakukan di lingkungan sekolah. Ini merupakan tindak lanjut Pemkot atas pengajuan KBM tatap muka oleh pihak sekolah.

"Hanya sekolah model yang baru mengajukan, sekolah itu full, ya, yang mengajukan untuk tatap muka. Kalau (sekolah) yang lainnya kita sedang nunggu rekomnya, persyaratannya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi 

Sumber: detikcom
Editor: Ari