Ngopi Kambtibmas di Julir, Kapolres Bungo: Saya Minta Masyarakat Tak Lakukan Kegiatan PETI

Ngopi Kambtibmas di Julir, Kapolres Bungo: Saya Minta Masyarakat Tak Lakukan Kegiatan PETI
Kapolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji ngopi Kambtibmas di Jujuhan Ilir. (Brito.id/Humas Polres)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Kapolres Bungo AKBP Trisaksono Puspo Aji berbincang langsung dengan masyarakat dan tokoh di Kecamatan Jujuhan Ilir (Julir) Kabupaten Bungo. Dalam kesempatan itu Pria biasa disapa Aji  menjelaskan dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas inilah bisa mendengarkan informasi dari masyarakat.

"Saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan masyarakat serta perangkat dan tokoh-tokoh di Pulau Batu, Jujuhan ilir secara langsung dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung," ungkap Aji dikonfirmasi Sabtu (26/10).

Kata Aji, kegiatan ini merupakan salah satu Programnya dan upaya agar pihak Kepolisian bisa menjalin silaturahmi serta komunikasi dengan masyarakat. Sehingga di Dusun-dusun yang ada di Bungo bisa tercipta sinergitas antara pihak Kepolisian, pemerintah daerah dan tentunya dengan masyarakat agar tercipta Keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Saya akan membahas tentang SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) untuk sekarang untuk pembuatan SKCK sudah bisa dibuat di Polsek masing-masing kecamatan untuk masayarakat. Khususnya masyarakat Desa Pulau Batu tidak perlu lagi jauh-jauh ke Polres untuk membuat SKCK dikarenakan akses yang sangat jauh. Ini mempermudah masyarakat dalam pelayanan kami," ujarnya.

Kemudian aji juga menjelaskan pembangunan pos polisi, biasanya dari pemerintah dan akan diusulkan serta akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Jika terealisasi pembangunan pospol dapat digunakan pihak kepolisian khususnya Polsek Jujuhan.

"Saat ini aparat kepolisian Khususnya Polres Bungo sedang melaksanakan Operasi zebra dan kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh indonesia maka dari itu saya menghimbau masyarakat Jujuhan dan Juhun Ilir Khususnya di Desa Pulau Batu untuk melengkapi surat-surat serta kelengkapan kendaraan masyarakat sekalian dalam berlalu lintas serta menaati peraturan lalu lintas agar terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam berkendara," harapnya.

Kemudian mengenai masalah PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) Aji menghimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan ini di Pulau Batu. Sebab dampak dari aktivitas PETI itu berdampak pada masayarakat sekitar dan lingkungan sekitar.

"Contohnya, bagi masyarkat yang masih menggantukan kebutuhan air dari Sungai akibatnya tidapat menggunakan air tersebut lagi dikarenakan sudah tercemar kemudian ekositem disekitar sungai terganggu dan dapat mengakibatkan tanah longsor dan membahayakan masyarakat sekitar yang berada di area aktivitas PETI tersebut," ujarnya. (RED)