Nusron Sebut Pengerahan Massa Kawal Pemeriksaan Amien Rais Adalah Tradisi Buruk

Nusron Sebut Pengerahan Massa Kawal Pemeriksaan Amien Rais Adalah Tradisi Buruk

BRITO.ID, BERITA BOGOR - Politisi Golkar Nusron Wahid menyatakan pengerahan massa saat pemeriksaan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais adalah tradisi buruk. Amien dijadwalkan diperiksa sebagai saksi kasus pernyataan bohong Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya pada Rabu (10/10).

"Pasti kan ini tradisi buruk ya, setiap ada orang diperiksa bawa massa, diperiksa bawa massa, seakan-akan mau menekan dan sebagainya. Biarkan hukum bicara dengan hukum," kata Nusron, di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor, Bogor, Selasa.

Sebelumnya Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan organisasinya akan mendampingi Amien Rais ketika menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10), sebagai bentuk dukungan moril.

"Tidak usah dibawa dengan massa. Katanya sudah legowo semalam timnya. Ikhlas diserahkan sama aparat hukum ya sudah. Kalau mau didampingi pengacara silakan, tidak apa-apa, tidak usah pakai bawa massa. kalau bawa massa nanti dihadapi massa lagi kacau lagi, mau jadi apa bangsa ini nanti?" tambah Nusron seperti dilansir Antara.

PA 212 akan berkumpul di Masjid Al Munawar, Pancoran pada pukul 08.00 WIB, kemudian salat Duha bersama. Lalu berangkat ke Polda bersama Amien Rais. PA 212 juga akan mengawal dan menunggu Amien sampai beliau keluar dari Polda serta memastikan anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo/Sandiaga itu pulang ke rumahnya.

Ratna Sarumpaet disangkakan pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 146 yang menyebutkan barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun. (red)