Puncak Ritual Haji Selesai

Puncak Ritual Haji Selesai
Jemaah haji saat lempar jumroh. (Dok)

BRITO.ID, BERITA MEKKAH - Rangkaian puncak haji 1440 H di Tanah Suci akhirnya telah dirampungkan oleh jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia. 

Wukuf di padang Arafah menjadi awal perjalanan puncak haji. Tahun ini ada yang spesial saat jemaah wukuf, yakni turunnya hujan tepat pada tanggal 9 Zulhijah.

Hujan yang turun tentu tak disangka-sangka. Sebab ketika dua hari sebelumnya, sempat melakukan survei ke tenda pemondokan di Arafah dan disambut dengan cuaca panas terik, tembus 43 derajat celcius!

Awan mendung dan suara gemuruh sudah terdengar di atas langit Arafah pada hari Sabtu, 9 Zulhijah 1440 H, sejak pukul 14.45 waktu Arab Saudi. Dan bisa ditebak, tak lama kemudian gemericik air turun dengan intensitas ringan.

Pun demikian, hujan tak datang sendiri, melainkan juga kibasan angin yang cukup kencang. Sejumlah ornamen di tenda-tenda Arafah sampai harus dipindahkan. Namun kondisi ini membuat suasana padang Arafah yang sebelumnya panas terik menjadi lebih sejuk.

Tak ada lari tunggang langgang dari jemaah untuk menghindari hujan. Bahkan, sejumlah jemaah malah sengaja keluar tenda sembari memanjatkan doa. Meskipun tak memakai payung. 

"Selama saya mengurus haji selama 30 tahun, baru tahun ini hujan turun tepat waktu wukuf di Arafah. Jadi haji tahun ini terasa begitu spesial," ujar Muhammad Rocky Masyhur, direktur biro perjalanan Maktour.

Prosesi puncak haji kemudian berlanjut dengan bermalam di Muzdalifah. Di sini jemaah mempersiapkan diri untuk melempar jamrah dengan memanfaatkan waktu untuk berdoa dan berzikir. Termasuk mencari batu yang akan digunakan untuk melontar jamrah.

Setelah itu, konsentrasi jemaah haji terpecah. Ada yang bergerak langsung ke Mina, ada pula yang memilih kembali ke Masjidil Haram untuk menyelesaikan rukun haji yakni menjalankan tawaf ifadah, sa'i dan tahalul (memotong rambut).

Nah, lantaran ada perpecahan konsentrasi tersebut, lalu lintas jemaah di Masjidil Haram terasa tak terlalu padat ketika melaksanakan tawaf ifadah. Terlebih prosesi tawaf dilakukan saat tengah malam. 

Kemudian berlanjut dengan sa'i dari bukit Safa ke Marwah selama 7 kali putaran dan ditutup dengan tahalul. Kira-kira jika tawaf ifadah dimulai usai tengah malam maka prosesi ini selesai menjelang waktu subuh.

Jadi ketika selesai, para jemaah memiliki waktu untuk melanjutkan ke salat subuh di Masjidil Haram dengan masih mengenakan pakaian ihram.

Dan karena itu sudah masuk tanggal 10 Zulhijah 1440 H, maka pada pukul 06.00 waktu Arab Saudi, para jemaah di Masjidil Haram langsung menggelar salat sunah Idul Adha.

Mereka yang menuntaskan rukun haji biasanya merupakan rombongan haji khusus, sedangkan rute bagi jemaah haji reguler adalah Arafah-Muzdalifah-Mina-Melontar Jamrah-Tawaf-Sa'i.

"Kami sengaja memilih menyelesaikan rukun haji dulu, jadi setelah ke Muzdalifah kita kembali lagi ke Masjidil Haram untuk tawaf ifadah. Karena kalau rukun haji itu terkait syarat sah haji, dan tidak bisa diwakilkan," kata Ustaz Hamdan Rasyid, pembimbing haji khusus Maktour seperti dilansir detikcom. (RED)