Reklamasi Tak Dilakukan Minimex, Wabup Hilal: Ini Murni Kesalahan Perusahaan

Reklamasi Tak Dilakukan Minimex, Wabup Hilal: Ini Murni Kesalahan Perusahaan

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Wakil Bupati (Wabup) Sarolangun, H Hillalatil Badri mengatakan segala bentuk kegiatan tambang PT Minemex Indonesia di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun dihentikan untuk sementara. Ada keluhan masyarakat sekitar terkait longsor pada bagian lobang tambang yang terjadi berapa waktu lalu.

"Selama ini kita sudah peringatkan PT Minemex agar melakukan reklamasi. Namun hal itu tidak digubris oleh perusahaan itu sendiri. Terus terang, ini murni kesalahan PT Minemex, karena tidak diindahkan dengan baik membuat warga setempat kecemasan," tegasnya, Selasa (23/04/2019).

Pihak Pemkab dengan PT Minemex pun menggelar pertemuan di Kantor PT Minemex. Dalam pertemuan itu ada tiga keputusan. Pertama agar perusahaan melaksanakan pembangunan Bronjong Permanen di sepanjang tebing bekas galian tambang.

Kedua agar melakukan reklamasi. Dan ketiga menghentikan pekerjaan produksi sementara sampai dengan waktu pihak perusahan benar-benar melakukan poin yang tertuang dalam surat keputusan yang disepakati.

Sementara Manajemen PT Minemex Indonesia, Arpen Sumantri saat dikofirmasi mengatakan, secara visual dan pengukuran serta surve yang dilakukan PT Minemex itu tidak berimbas pada fasilitas umum di sekitar tambang. "Kejadian adanya longsor diketahui tanggal 19 April 2019 jam 18.00 WIB," katanya.

Dengan adanya kejadian ini dia langsung menginstruksikan karyawan agar semua kegiatan tambang di blok B dihentikan. Penghentian di Blok B masih terjadi hingga saat ini. Kemudian kata Arpen, tanggal 20 April 2019 pagi pihaknya melakukan monitoring guna mengetahui pergerakan dan perkembangan di lokasi kejadian.

"Di lokasi kita lakukan upaya memotong saluran air supaya tidak masuk ke rekahan atau retakan tanah. Hal ini dilakukan karena kalau air masuk keretakan tanah otomatis menambah beban, kalau air masuk ke rekahan tanah otomatis melembekkan tanah sehingga mudah tergelincir," sebutnya.

Menurut Arpen, PT Minemex juga sudah memindahkan parit aliran yang tadinya menuju ke arah selatan dan berubah ke arah utara. Bukan hanya itu, pihaknya sudah menyisir rekahan dan retakan dengan material tanah untuk mengantisipasi masuknya air di musim penghujan, selanjutnya melandaikan badan bagian tanah yang miring.

“Kita sudah melakukan monitoring dari tim survei geologi di tower Mapolsek Mandiangin, namun berdasarkan hasil survei bahwa yang bisa terjadinya pergesaran hanya 0,1 derajat. Namun pengukuran terakhir dalam hal ini tidak berimbas pada pergesaran," ucapnya.

Arpen mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terhadap tanah yang longsor kemungkinan kecil terjadi. Sebab aktivitas tambang tidak mengarah ke Jalinsum, malah longsoran juga mengarah ke arah dalam tambang.

"Kegiatan positif sudah dilakukan supaya jalan akses Jalinsum tidak terganggu termasuk keretakan fasalitas umum yang ada di sekitar tambang," tegasnya. (red)

Reporter: Arfandi S