SBY Soal Jiwasraya, Pengamat: Kalau Nggak Berbuat Ngapain Kita Meledak-meledak Emosional, Tenang Saja

SBY Soal Jiwasraya, Pengamat: Kalau Nggak Berbuat Ngapain Kita Meledak-meledak Emosional, Tenang Saja
Istimewa

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta tak perlu khawatir soal kasus Jiwasraya yang menyeret era pemerintahnya. SBY diminta tenang dan tak perlu meledak-meledak.

"Kalau saya lihat itu, orang terusik dong ketika dikait-kaitkan, wong saya nggak berbuat. Dalam jiwa batin itu agak terguncang, terpukul. Tapi bagi saya itu coba biasa saja, tenang saja, staycoo, bahasa saya, stay cool saja. Apa sebab? Kalau nggak berbuatkan ngapain kita meledak-meledak emosional, tenang saja, dan menyaksikan saja," kata Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, dalam diskusi 'SBY Bicara Jiwasraya Baper?', di Warung Upnormal, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020).

Jerry pun ditanya apakah SBY terlalu khawatir lewat tulisannya di Facebook-nya. Jerry menilai akan berakibat fatal bila SBY terlalu khawatir.

"Justru ini bentuk kekhawatiran Pak SBY maksudnya dengan tulisan ini?" tanya moderator ke Jerry.

"Nah, jangan, jangan kekhawatiran ini bisa berakibat fatal kalau terlalu khawatir, bagi saya. Saya lihat dari sisi saya pengamat," jawab Jerry.

Menurut Jerry, ada rasa kekhawatiran yang dirasakan dari bahasa tubuh SBY karena menyeret era pemerintahnya.

"Jadi ada bentuk kekhawatiran, dari analisis anda seperti itu?" tanya moderator kembali ke Jerry.

"Dari body languange-nya dan eye contect-nya dia, dari bahasa non verbal, visual, audio visual, bisa dirasakan seperti itu. Tapi saya tak men-judge 'wah terlalu ini', tapi ada satu perasaan gituloh, itu perempuan mungkin lebih kental ya, kalau laki-laki lebih terkenal dengan pikiran," imbuh Jerry.

Sebelumnya, PPP khawatir usulan pembentukan pansus hak angket Jiwasraya justru akan memunculkan kegaduhan. Tanda-tanda kegaduhan itu, menurut PPP, muncul dengan adanya tulisan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal Jiwasraya.

Hal itu disampaikan Sekjen PPP Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/1). Arsul awalnya mengatakan sikap koalisi pemerintah saat ini belum berubah terkait usulan pansus Jiwasraya.

"Saya kira sampai hari ini posisi fraksi-fraksi yang berkoalisi di pemerintahan itu tidak berubah. Bukan menutup sama sekali pintu pansus, tetapi khawatir kalau pendekatannya atau penanganan atau pengawasan masalah ini itu dengan pansus, yang muncul kegaduhan politik itu sendiri," ujar Arsul.

Arsul lalu mengatakan tanda-tanda kegaduhan itu ada saat SBY menuliskan pendapatnya soal Jiwasraya di laman Facebook resminya. Padahal, kata Arsul, fraksi-fraksi pendukung pemerintah ingin lebih fokus mengembalikan uang nasabah.

"Dan tanda-tanda kegaduhan itu justru ada ketika Pak SBY menulis di laman Facebook-nya. Ketika kemudian ada dua menteri yang ditarget, berarti ini kan masalahnya yang akan mengemuka nanti, yang akan menghiasi ruang publik, media, itu kan aspek politiknya," ujar Arsul.

Sumber: detikcom
Editor: Ari