Sedia payung sebelum hujan,bayar tagihan PDAM sebelum diputus

PDAM Tirta Merangin kewalahan dengan ulah pelanggan. Sebab, setiap bulan selalu ada pelanggan yang menunggak tagihan PDAM.

Sedia payung sebelum hujan,bayar tagihan PDAM sebelum diputus

BANGKO - PDAM Tirta Merangin kewalahan dengan ulah pelanggan. Sebab, setiap bulan selalu ada pelanggan yang menunggak tagihan PDAM.

Direktur Utama PDAM Tirta Merangin Zuhdi ketika dikonfirmasi mengatakan, setiap bulan PDAM harus menombok ratusan juta akibat pelanggan menunggak.

"Mungkin sekitar Rp 150 juta per bulan. Setiap bulannya selalu banyak yang nunggak," kata Zuhdi, Minggu (8/7).

Zuhdi menjelaskan bahwa dari 13 ribu pelanggan yang ada, angka tunggakan itu sekitar 25 persen dari jumlah pelanggan. "Ya lumayan banyak lah," katanya lagi.

Untuk mengatasi pelanggan nunggak itu, pihaknya telah melakukan tindakan tegas memutus sambungan meteran bagi yang menunggak tiga bulan berturut-turut. "Iya kita tegas. Jika nunggak kita langsung putuskan," ujarnya.

Dia menjelaskan, jika meteran sudah diputuskan, banyak kerugian yang dialami oleh pelanggan. Diantaranya pelanggan harus bayar biaya pasang, kemudian denda sekaligus bayar bulanan yang telah nunggak selama ini.

"Sebelum diputus kita imbau agar masyarakat membayar tepat sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan oleh PDAM," pungkasnya.