Semangat Merah Tapak Suci Membara di Milad ke-62: Long March Kader Menggema di Jantung Bungo

Semangat Merah Tapak Suci Membara di Milad ke-62: Long March Kader Menggema di Jantung Bungo
Pemotongan tumpeng pada Milad ke-62 tapak suci putera Muhammadiyah di TSPM Pimda 158 Bungo. (Brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Suasana pagi yang teduh di Kabupaten Bungo seketika bergemuruh oleh semangat ratusan kader Tapak Suci yang memadati halaman Masjid Al-Furqon, Minggu (03/08/2025). Dalam rangka memperingati Milad ke-62 Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Pimpinan Daerah (PIMDA) 158 Tapak Suci Bungo menggelar long march menuju Lapangan Semagor. Langkah demi langkah mereka bukan hanya menapaki aspal kota, tetapi juga membentangkan semangat juang dan kesetiaan kader terhadap ajaran dan nilai-nilai luhur Tapak Suci.

Sorotan mata warga yang menyaksikan di pinggir jalan tak mampu menyembunyikan kekaguman atas semangat para pendekar muda Muhammadiyah ini. Bendera merah berkibar, suara komando menggema, dan wajah-wajah penuh keyakinan menandakan bahwa kader Tapak Suci bukan hanya ahli jurus, tetapi juga pejuang nilai, akhlak, dan peradaban.

Ketua PIMDA 158 Tapak Suci Bungo, Muhammad Amin, S.TP., M.Pd., Gr., P.MA., menegaskan bahwa Milad ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi refleksi dari perjuangan panjang yang terus menyalakan obor pelatihan generasi muda yang kokoh iman, kuat mental, dan tangguh dalam menghadapi zaman.

“Ini adalah momentum untuk mengukuhkan peran Tapak Suci sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda. Kita tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membangun akhlak, militansi, dan semangat pengabdian kepada umat dan bangsa,” tegasnya penuh semangat.

Apresiasi tinggi datang dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bungo, dr. H. Triolit Zuliansyah, SP.THT. Dalam berbagai hal, ia menyebut Tapak Suci sebagai tiang kokoh dakwah Muhammadiyah dalam ranah pembinaan generasi muda.

“Tapak Suci bukan sekedar perguruan silat. Ia adalah medan dakwah, laboratorium karakter, dan benteng moral. Kami bangga memiliki kader-kader seperti kalian, yang siap bertarung dengan tangan dan hati,” ucap dr. triolit.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Bungo. Hadirnya Asisten Ahli II Setda Bungo serta Kepala Disporapar menandakan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi pemuda terus terjalin kuat demi kemajuan generasi bangsa.

Acara puncak berlangsung di Lapangan Semagor, di mana para pendekar muda menampilkan pertunjukan jurus khas Tapak Suci yang memukau. Suara keramaian penonton menyatu dengan hentakan kaki dan pekikan semangat para kader. Tak hanya itu, pengukuhan kader baru dan dialog kebangsaan menjadi penegas bahwa Tapak Suci terus melangkah ke depan, siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Milad ke-62 ini menjadi bukti bahwa Tapak Suci bukan hanya milik masa lalu, tetapi harapan masa depan—sebuah gerakan yang terus hidup, bersinar, dan mendidik demi Indonesia yang lebih kuat, adil, dan berkarakter.

(Ari Widodo)