Sembilan Penumpang Kapal Cepat di Riau Terbakar

Sembilan Penumpang Kapal Cepat di Riau Terbakar

BRITO.ID, BERITA PEKANBARU - Kapal cepat berpenumpang penuh terbakar saat akan berlayar meninggalkan dermaga di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Minggu siang.

Kepala Kepolisian Resor Indragiri Hilir, AKBP Christian Rony Putra di Pekanbaru menjelaskan, sembilan penumpang kapal cepat SB Mulya Jaya Indah II tersebut mengalami luka-luka. "Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," kata Rony.

Ia menjelaskan bahwa insiden itu berawal saat kapal cepat yang menjadi transportasi andalan masyarakat setempat tersebut bersiap akan meninggalkan dermaga Pelabuhan Simpang Kanan, Perairan Sungai Guntung, Tagaraja, Kecamatan Kateman. Nakhoda kapal, Syahroni (62) sedang berupaya menyalakan mesin kapal yang sedianya hendak menuju desa Simpang Kateman tersebut. Namun tiba-tiba mesin kapal yang berada pada bagian buritan meledak.

Menurut saksi, ledakan keras itu seketika terjadi bersamaan dengan munculnya api. Dalam waktu singkat kapal yang terbuat dari kayu dan fiber itu terbakar.

Api dengan cepat membakar hampir sebagian badan kapal. Sejumlah penumpang yang panik langsung berupaya menyelamatkan diri dengan dibantu nelayan dan warga yang kebetulan sedang berada di tempat kejadian perkara.

"Semua korban dievakuasi ke rumah sakit Raja Musa Sungai Guntung, Kecamatan Kateman," tuturnya dilansir Antara.

Kepolisian memeriksa dan mendata sedikitnya enam warga mengalami luka bakar ringan, sementara tiga lainnya mengalami luka berat sehingga harus dirawat intensif di rumah sakit.

Ia merinci diantara korban yang mengalami luka berat termasuk seorang anak berusia lima tahun yang mengalami luka bakar sepanjang bagian tangan dan kaki. Selain itu, seorang pelajar berusia 12 tahun bernama Nasal juga mengalami hal yang sama.

Terakhir Intan Ayu, anak berusia enam tahun juga mengalami luka cukup serius bagian tangan dan kaki.

"Mayoritas yang mengalami luka berat anak-anak dan bayi. Saat ini korban masih dirawat di rumah sakit terdekat," jelasnya. (red)