Soal Iklan KPU Tak Pasang Gelar, Sandiaga: Masyarakat Sendiri Menilai Rekam Jejak Calon

Soal Iklan KPU Tak Pasang Gelar, Sandiaga: Masyarakat Sendiri Menilai Rekam Jejak Calon

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Salahuddin Uno merespons iklan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak memasang gelar starta satu, S-2, maupun S-3 dengan menyatakan bahwa gelar itu merupakan pencapaian dalam akademik.

"Dalam pencalonan presiden dan wakil presiden, masyarakat dengan sendirinya menilai prestasi dan rekam jejak calon," kata Sandiaga di Jakarta Pusat, Senin malam.

Sandiaga saat ini sedang menempuh pendidikan doktor di Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta dan sudah mengikuti ujian proposal disertasi tertutup untuk meraih gelar strata tiga (S-3).

Ia menjalani kuliah S-3 dengan program Doktor Manajemen Riset di UPH dengan judul proposal disertasi "The Effect of Entrepreneurial Orientation on the Financial Performance of Large Listed Indonesian Companies: Why We Don't Need Entrepreneurial Leader in Big Firm".

Sandiaga lulus dari Wichita State University, Amerika Serikat, pada tahun 1990 mengambil Bachelor of Business Administration, kemudian melanjutkan ke George Washington University, Amerika Serikat, mengambil Master of Business Administration dan lulus dengan IPK 4,0.

"Saya rekam jejaknya di dunia usaha dan sempat di birokrasi sempat menjalani kontestasi Pilgub DKI Jakarta. Saya serahkan kepada masyarakat yang menilai saya beruntung mendapatkan kesempatan gelar pendidikan dan Pak Prabowo mendapatkan dalam militer," kata Sandiaga.

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta it, tidak dipasangnya gelar dirinya dan Prabowo, masyarakat harus menilai selama itu dilakukan dengan satu pendekatan yang jujur, adil, dan semuanya dalam kesetaraan.

"Saya rasa masyarakat bisa menyikapi dengan dewasa," kata Sandiaga.

Pemilu Presiden pada tanggal 17 April 2019 diikuti dua pasangan calon, yakni Pasangan Calon Nomor Urut 01 Joko Widodo/K.H. Ma'ruf Amin dan Pasangan Calon Nomor Urut 02 Prabowo Subianto/Sandiaga Uno. (red)