Soal Pasar Malioboro Jambi, Umar: Sudah Dikuasai Pemkot atau Pihak Lain?

Soal Pasar Malioboro Jambi, Umar: Sudah Dikuasai Pemkot atau Pihak Lain?

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Anggota DPRD Kota Jambi mempertanyakan perkembangan persoalan aset aset, di Pasar Malioboro Jambi. Hingga kini persoalan Pasar Malioboro belum tuntas dan belum menemukan kejelasan. Meskipun sudah ditangani Polresta dan Kejaksaaan Negeri.

Disampaikan Umar Faruk, Ketua komisi II DPRD Kota Jambi bahwa hingga kini belum ada laporan baik dari pedagang maupun Disperindag Kota Jambi. Padahal dulu, para pedagang sudah diberikan SP II oleh pemerintah untuk mengosongkan kios di Pasar Malioboro, dengan alasan agar memudahkan dalam menginventarisir aset.

 

“Tapi kan waktu itu kami tahan, biarkan para pedagang bertahan. Tapi sekarang tak ada kabar lagi. Kita juga tidak tahu lagi perkembangannya,” bebernya, Kamis (20/6).

 

Faruk mengatakan, awalnya ditemukan salah satu pihak terindikasi melakukan sewa menyewa kios tersebut. "Satu orang ada yang punya lima disitu, dan itu dikontrakan ke orang lain. Harus tidak seperti itu, itu bukan hak dia," katanya.

 

Dia menambahkan pihaknya merasa khawatir masih akan terjadi pungli di Pasar Malioboro tersebut. Sebab, hingga kini belum ada kejelasan mengenai kepemilikan aset tersebut. "Sudah dikuasai pemerintah atau masih ada pihak lain," katanya.

 

Untuk itu dirinya memita titik terang mengenai persoalan aset tersebut. "Kita minta orang yang menyewakan ke pihak lain itu untuk dibekukan kemarin. Jadi yang berurusan dengan pemerintah langsung adalah orang yang berdagang di sana," katanya.

 

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota komisi II DPRD Kota Jambi yang lain. “Kalau memungkinkan kami akan turun langsung nanti,” pungkasnya. (RED)

 

Reporter : Dewi Anita