Statusnya Viral Karena Dianggap Lecehkan Profesi, Ini Penjelasan Camat Sekernan

Statusnya Viral Karena Dianggap Lecehkan Profesi, Ini Penjelasan Camat Sekernan
Camat Sekernan Kemas Ismail Azim. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Camat Sekernan Kemas Ismail Azim akhirnya memberi klarifikasi atas status Facebooknya yang sempat viral 24 jam terakhir.

Kepada BRITO.ID, Camat menyebut kalau status yang diunggahnya tersebut tidak bermaksud menyinggung organisasi tertentu apalagi Ormas, LSM ataupun Pers.

"Hanya salah persepsi saja. Dalam status saya kan tidak mengarah ke ormas ataupun pers," kata Kemas Ismail Azim saat dikonfirmasi BRITO.ID melalui sambungan telepon Jum'at (6/9/19).

Dia bercerita kalau status itu ditujukan kepada bawahannya di kantor. Namun sang camat tidak menjelaskan secara spesifik faktor penyebab  kemarahannya tersebut.

"Marah sama anak buah. Kan anak buah saya juga pakai lambang dan apa yang saya tulis (di status facebook) tidak mengarah ke ormas atau pers," cetusnya.

Disoal apakah dia akan memenuhi tuntutan beberapa pihak untuk meminta maaf atas tulisannya di akun Facebook tersebut?

Sang Camat memberi jawaban ambigu. Dia bersikukuh kalau tulisan yang dimentionnya di akun facebook tersebut tidak mengarah kepada ormas ataupun pers.

"Artinya kalau memang saya minta maaf berarti memang saya menyingung wartawan dan lsm. Berarti tulisan itu memang ditujukan untuk mereka (Ormas dan LSM). Tapi kalau memang gara-gara status tersebut ada wartawan dan lsm ataupun ormas yang tersinggung saya minta maaf," pungkasnya.

Sang Camat sebelumnya menggungah status yang sempat viral 24 jam terakhir. Status tersebut diunggah di laman facebook miliknya yang bernama Kemas Ismail Azim. 

Dalam status tersebut sang camat dianggap mengilustrasikan kondisi pengemis yang sebenarnya dengan orang yang bukan pengemis. 

Para pengemis itu digambarkannya kumpulan orang-orang gagah, tampil necis dan memakai tempelan lambang, datang ke kantor-kantor meminta-minta. Status lengkap Kemas Ismail Azim yang diunggah tersebut sebagai berikut:

"Orang yg berpakaian Kumal Dekil dgn meminta minta datang kekantor kantor itu Sudah biasa Pengemis Namanya.

Akhir akhir ini Datang nya Orang Orang yg berpakaian Rapi nyecis Pake tempelan lambang dan Gagah Kekantor kantor dgn meminta minta Itu Tanda tanda HARI SUDAH DEKAT DGN KIAMAT.mungkin Lur"

Belakangan, status tersebut mengundang reaksi netizen. Status tersebut akhirnya dihapus dari laman facebook Kemas Ismail Azim sekitar Pukul 23.00 Kamis (5/9/19) malam. (RED)

Kontributor : Romi R