Sudah Lunas 10 Tahun yang Lalu, BTN Jambi Tak Menyerahkan Sertifikat ke Pemilik Rumah

Puluhan massa yang tergabung dalam barisan emak-emak menuntut developer PT Duta Nyantaka dan BTN mengeluarkan sertifikat Perumahan Aur Duri Permai, yang berada di Desa Mandalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu siang (15/08).

Sudah Lunas 10 Tahun yang Lalu, BTN Jambi Tak Menyerahkan Sertifikat ke Pemilik Rumah

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Puluhan massa yang tergabung dalam barisan emak-emak menuntut developer PT Duta Nyantaka dan BTN mengeluarkan sertifikat Perumahan Aur Duri Permai, yang berada di Desa Mandalo Darat, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu siang (15/08).

Menurut Tia salah seorang peserta aksi terhitung 200 orang pemilik rumah sudah melunasi pembayaran sejak tahun 2010 silam. Hingga saat ini belum ada kejelasan tentang keberadaan sertifikat rumah mereka.

  ARTIKEL TERKAIT
Warga Merasa Ditipu BTN Jambi, 10 Tahun Melunasi Hutang Namun Sertifikat Tak Diberikan

"Saat ini ado 8 sampai 10 tahun sudah lunas semua. Dijanjikan setelah lunas baru keluar sertifikat. Tapi sampai saat ini belum keluar jugo," kata Tia. 

Dengan waktu kredit 10 tahun perumahan tersebut dibangun 3 tahap. Dimulai tahun 96, waktu itu kreditnya Rp60 ribu per bulan dengan uang muka Rp500 ribu. Tahap kedua tahun 2003 uang muka Rp1,5 juta. Selanjutnya tahap ketiga tahun  2007 dengan uang muka Rp2 juta. 

Hal senada juga disampaikan Irwansah, salah seorang warga. Ia mengakui sudah lama membeli perumahan tersebut. Ia sendiri merasa teripu dengan janji pihak developer pada tanggal 18 Maret 2001. 

Irwansah mengaku sudah menyelesaikan kreditnya delapan tahun silam. Namun hingga saat ini ia belum mendapatkan sertifikat rumahnya.

"Semestinya 6 bulan akad kredit semua sertifikat ada dan dijadikan jaminan di BTN. Jadi ketika kredit selesai masyarakat sudah dapat sertifikat. Sementara dari developer itu permasalahan dana semua sudah diserahkan ke BTN," katanya. 

  ARTIKEL TERKAIT
Memanas, Tak Dapat Kepastian Puluhan Emak-emak Ancam Segel Kantor BTN Jambi

"Bahkan yang beli kontan (lunas) juga belum dapat sertifikat," sambungnya. (ron)