Teror di Balik Batalnya Seminar Pemecatan Presiden, Hendri Sebut Ada Pengebirian Demokrasi di Era Jokowi

Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Satrio menganggap ada pengebirian demokrasi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Teror di Balik Batalnya Seminar Pemecatan Presiden, Hendri Sebut Ada Pengebirian Demokrasi di Era Jokowi
Istimewa

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Satrio menganggap ada pengebirian demokrasi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Hendri Satrio terkait dengan pembatalan seminar pemecatan presiden di masa pandemi yang diadakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bahkan, pembatalan itu kabarnya disebabkan karena pihak panitia mendapat teror pembunuhan dari oknum yang belum diketahui asal-usulnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas mengenai percepatan penanganan Covid-19 di Istana Negara, Senin (18/5/2020) (YouTube Sekretariat Presiden)

Hal tersebut disampaikan Hendri Satrio melalui kanal YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne, Sabtu (30/5/2020).

"Memang ada perbincangan bahwa mungkin ada pihak yang menginginkan ada isu selain Covid-19 yang dibicarakan," ucap dia.

"Karena Covid-19 ini akan terkait dengan ekonomi, maka muncullah isu-isu yang sebetulnya seksi tapi menurut saya sampai saat ini gagal masuk untuk menggantikan permasalahan ekonomi akibat COVID-19."

Terkait hal itu, ia lantas menyinggung soal kepemimpinan Jokowi sejak periode pertama.

Isu soal kebebasan menurutnya tak pernah menjadi fokus utama mantan wali kota Solo itu.

"Isu soal komunisme dan yang kedua soal ini, isu soal kebebasan berpendapat."

"Tapi lagi-lagi dari periode pertama Pak Jokowi, ini kerap terjadi dan memang ya tidak menjadi fokus utama Pak Jokowi," tandasnya.

Lebih lanjut, Hendri lantas menyebut adanya kesalahan komunikasi di pemerintahan Jokowi.

Hendri pun menyinggung kasus pemecatan anggota TNI, Ruslan Buton, karena mendesak sang presiden mundur dari jabatan.

"Lagi-lagi saya mengatakan bahwa mungkin ada kesalahan penerjemahan visi misi Pak Jokowi di sini dan masalah komunikasi yang tidak ekstravaganza," ucap Hendri.

"Menurut saya pertanyaan besarnya kan begini, dalam hal misalnya sebelumnya ada Ruslan Buton, kemudian ada case UGM ini."

Terkait hal itu, Hendri lantas menganggap ada pengebirian demokrasi di era pemerintahan Jokowi.

Secara gamblang, ia menyebut Jokowi seharusnya memiliki kendali untuk mencegah kejadian ini kembali terulang.

"Pak Jokowi tau enggak sih sebenarnya ada pengkebirian demokrasi atau pengkebirian kritis-kritisan yang membangun."

"Tapi presiden punya kuasa, jadi maksud saya kalau Pak Jokowi memandang isu demokrasi jadi hal yang penting bagi pemerintahan dia maka dia akan instruksikan pembantu-pembantunya untuk beresin ini," tukasnya.

Sumber: TribunWow
Editor: Ari