TNI Siapkan Kuburan Massal 100x10 Meter untuk Korban Gempa & Tsunami Palu

TNI Siapkan Kuburan Massal 100x10 Meter untuk Korban Gempa & Tsunami Palu

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan saat ini TNI tengah menyiapkan tempat pemakaman massal bagi korban gempa yang meninggal dunia. "Kita membuat ukuran 100x10 meter. Mudah-mudahan dalam dua hari ini sudah selesai. Listrik nyala dan komunikasi bisa berjalan dengan baik," kata Panglima TNI, usai menghadiri Tablig Akbar dalam rangka HUT ke-73 TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu.

Tak hanya itu saja, TNI bersama Polri juga akan mengawal distribusi bantuan bahan makanan dan lainnya untuk korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah. "Bantuan TNI setiap hari dilaksanakan. Tadi saya bersama pak Kapolri saat ini masih berada di Palu untuk terus memantau perkembangan pendistribusian makanan, agar bantuan sampai kepada masyarakat dengan aman," kata Hadi Tjahjanto. 

Ia menegaskan, pengamanan pendistribusian bahan makanan bukan berarti ada penjarahan oleh warga. Namun untuk memastikan bantuan tersebut sampai kepada korban gempa dan tsunami. Panglima TNI pun menyatakan tidak ada aksi penjarahan yang dilakukan oleh warga.

"Penjarahan tidak ada. Jadi, seluruh supermarket yang ada di sana itu dibuka untuk diserahkan kepada masyarakat," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini. 

Terkait penanganan korban gempa, kata Hadi, sesuai petunjuk Presiden Jokowi untuk segera mengevakuasi karena korban yang meninggal sebagian besar sudah ditemukan. "Mungkin masih ada yang akan ditemukan di pantai-pantai karena adanya tsunami," katanya lagi. 

Selain itu, Presiden Jokowi meminta agar segera memulihkan jaringan listrik, terlebih saat ini banyak korban gempa yang membutuhkan operasi karena mengalami luka patah tulang. "Korban patah tulang yang tidak bisa diobati di rumah sakit di Palu akan dikirim ke Makassar agar mendapatkan pengobatan yang memadai," katanya. 

Saat ini, ujar Hadi, TNI tengah menyiapkan tempat pemakaman massal bagi korban gempa yang meninggal dunia. "Kita membuat ukuran 100x10 meter. Mudah-mudahan dalam dua hari ini sudah selesai. Listrik nyala dan komunikasi bisa berjalan dengan baik," tambahnya. (red)