Tuduhan Parlemen Timor Leste Bikin Baper, TNI Perketat Penjagaan Perbatasan

Tuduhan Parlemen Timor Leste Bikin Baper, TNI Perketat Penjagaan Perbatasan

BRITO.ID, BERITA KUPANG - Sejumlah Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste memperketat pengamanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Ain. Ini pasca adanya tuduhan dari parlemen Timor Leste banyak warga Indonesia yang menerobos batas wilayah.

"Anggota kami memang saat ini tengah memperketat pengamanan di kawasan perbatasan menyusul adanya pernyataan tidak mengenakkan tersebut. Pasukan kita dan pasukan Timor Leste waspada di kawasan perbatasan," kata Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen Teguh Muji Angkasa, di Kupang, Senin.

Dia menyampaikannya berkaitan dengan adanya larangan dari pihak PLBN Mota Ain bagi warga Indonesia yang ingin sekadar berpose di pintu PLBN baik PLBN Indonesia maupun Timor Leste.

Sebelumnya diberitakan, pihaknya geram dengan adanya pernyataan dari anggota Komisi VIII Parlemen Nasional Bidang Pertahanan dan Kerja Sama Luar Negeri Timor Leste David Diaz Ximenes dalam sebuah pernyataannya di media Timor Leste, pada September lalu. David menyebutkan warga Indonesia telah mencaplok lahan di kawasan perbatasan hingga kini masih menjadi lahan konflik antarkedua negara.

Dalam kunjungan ke PLBN Mota Ain, baik pihak Imigrasi dan TNI tak mengizinkan masyarakat Indonesia menyeberang ke Timor Leste. Khususnya ke Benteng Batu Gede untuk berbelanja atau berpose tanpa membawa dokumen lengkap.

Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin nanti akan ada masalah baru. Karena itu, anggotanya diperintahkan untuk menjaga seluruh kawasan perbatasan itu dan memperketatnya.

"Tidak hanya di Mota Ain, tetapi juga di Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara serta di Motamasin di Kabupaten Malaka," katanya seperti dilansir Antara.

Namun ketika ditanya terkait diperketat pengamanan itu akibat adanya penerobosan helikopter yang diduga milik Timor Leste masuk ke wilayah Indonesia di Atambua, ia menepiskannya.

"Memang ada helikopter yang melanggar batas dan masuk ke wilayah kita beberapa waktu lalu. Namun kami tidak tahu pasti itu milik siapa. Tetapi memang helikopter itu masuk dari wilayah Timor Leste," katanya lagi.

Walaupun tak berbuat apa-apa, namun menurutnya, jika milik Timor Leste maka sudah tentu hal itu melanggar batas negara. Lebih lanjut ia mengatakan terkait masalah itu menjadi tanggung jawab dari pemerintah pusat, karena hal itu berkaitan dengan hubungan antarnegara. (red)