Usai Sandiaga, Giliran Prabowo Geruduk Basis Jokowi di Jawa Tengah

Usai Sandiaga, Giliran Prabowo Geruduk Basis Jokowi di Jawa Tengah

BRITO.ID, BERITA REMBANG - Calon Presiden Prabowo Subianto sowan ke kediaman tokoh ulama kharismatik, Kiai Maimun Zubair di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu. Diketahui, Jawa Tengah merupakan basis suara Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Sebelum Prabowo, wakilnya Sandiaga Uno juga telah menggeruduk Jawa Tengah. Pekan lalu, Sandiaga Uno bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan mengunjungi Soloraya, Sabtu ( 22/9/2018).

Di Kota Solo, Sandi dan Zulkifli mengunjungi Pasar Kadipolo. Mereka bertemu pedagang dan kunjungan ke pengurus Majelis Tafsir Al Quran. Usai dari Solo, bekas Wagub DKI Jakarta itu menjadi pembicara dalam kuliah umum di depan ribuan mahasiswa UMS di Pabelan, Sukoharjo. Selanjutnya Sandi dan Zulkifli menemui ribuan kader Partai Amanat Nasional (PAN) di Gedung Haji Kabupaten Sukoharjo.

Kedatangan Capres Prabowo Subianto di kediaman Kiai Maimun yang biasa dipanggil Mbah Mun dan pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Rembang itu, mendapatkan sambutan meriah. Sebab saat memasuki gapura gang masuk pondok, dia disambut drum band dari Ponpes Al Anwar.

Bahkan, kedatangan Prabowo juga disediakan panggung yang dilengkapi dengan spanduk bertuliskan silaturahmi Letjen (Purn) Prabowo Subianto di Ponpes Al Anwar Sarang. "Sungguh penyambutan yang luar biasa dan diluar dugaan," kata Capres Prabowo saat menyampaikan sambutan di hadapan ratusan santri dan masyarakat umum di Rembang, Sabtu.

Padahal, kata dia, dirinya ingin sowan secara diam-diam, namun tetap diketahui banyak pihak. Ia mengatakan, pencalonannya sebagai calon presiden merupakan panggilan pengabdian kepada negara, bangsa, dan masyarakat.

"Pengalaman saya menjadi prajurit yang selalu mengalami sejumlah peristiwa hingga mempertaruhkan nyawa. Semakin memupuk keinginan untuk terus melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara," ujarnya seperti dilansir Antara.

Apalagi, kata dia, potensi kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini cukup besar dan masih bisa dioptimalkan. Sebab selama ini belum dikelola dengan baik, bahkan banyak yang lari ke luar negeri.

Dalam pengelolaan kekayaan negara, kata dia, seharusnya berpikir yang luas dan dirinya percaya bangsa ini bisa bangkit dan mewujudkan cita-cita masyarakat bisa hidup lebih sejahtera.

Sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal capres ke KPU, dia mengaku, sempat mendengarkan ceramah jumat yang mengulas tentang tugas seorang pemimpin. Di antaranya, harus bersedia mengemban penderitaan rakyat, sehingga harus menghilangkan kemiskinan, dan seorang pemimpin harus menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saya datang ke Kiai Maimun merupakan bagian dari adat kebiasaan masyarakat ketika hendak masuk ke suatu daerah untuk minta izin kepada orang-orang yang dituakan," ujarnya.

Ia juga memohon doa restu karena hendak keliling ke sejumlah wilayah di Jateng, termasuk nantinya ke Jawa Timur dan daerah lainnya. Ia menegaskan bahwa kedatangannya ini dalam rangka meminta restu untuk keliling ke sejumlah daerah dan tidak untuk meminta dukungan kepada kiai, karena seorang ulama atau kiai posisinya di atas. (red)