Waka DPRD Jambi Ajak Masyarakat dan Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Covid-19
BRITO.ID, BERITA JAMBI - Penyebaran Virus Corona semakin mengkhawatirkan. Saat ini, di Indonesia sudah 96 orang dinyatakan positif, bahkan 5 orang di antaranya sudah meninggal dunia.
Teranyar, ada dua orang suspect Covid-19 dirawat di RSU Abdul Manaf Kota Jambi, usai bepergian dari luar negeri.
Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara mengajak semua masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Selain mengajak pola hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan, Pinto juga mengimbau untuk mengurangi kegiatan mengumpulkan massa.
"Bagi masyarakat khususnya warga Jambi, kurangi aktivitas di tengah keramaian jika tidak begitu urgent. Pun demikian dengan pemerintah, kegiatan-kegiatan seperti seminar atau diklat, sebaiknya ditiadakan dahulu," kata Pinto Minggu (15/3/20).
Pinto meminta pemerintah agar lebih siap dalam menghadapi Covid-19 ini. Langkah-langkah antisipatif harus disiapkan. Sinergitas lintas sektoral juga harus ditingkatkan.
"Pemerintah harus mengantisipasi dampak yang ditimbulkan oleh virus Corona ini, mulai dari sisi kesehatan hingga dampak ekonominya. Jangan sampai ada oknum yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, seperti terjadi penimbunan masker atau gel pembersih tangan yang membuat harganya melambung dan barang-barang tersebut sudah didapat," kata dia.
Apalagi, kata dia, saat ini sudah ada dua warga Jambi yang dirawat akibat suspect Corona. Meskipun masih berstatus suspect, namun kewaspadaan harus ditingkatkan.
"Sebaiknya kurangi interaksi di sana (rumah sakit tempat pasien suspect Corona dirawat). Yang tidak berkepentingan sebaiknya jangan dulu ke rumah sakit tersebut, meskipun pasien ini statusnya masih suspect agar segala potensi bisa diminimalisir sedini mungkin. Proteksi dini sangat perlu dilakukan," kata dia.
Pemerintah juga harus memastikan stok pangan terpenuhi agar kestabilan harga pangan terus terjaga.
"Intinya mari kita bersama tingkatkan kewaspadaan terhadap virus Corona ini. Karena ini sangat serius dan bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Panik tentu tidak boleh namun mawas diri tetap harus ditingkatkan," kata dia.(adv)
Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi
