Wow! Penambang Emas Illegal di Sarolangun Gunakan Senjata Api

Wow! Penambang Emas Illegal di Sarolangun Gunakan Senjata Api
Kawasan penambang emas ilegal di Sarolangun. (Arfandi/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Aktivitas ilegal seperti Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dibeberapa wilayah di Kabupaten Sarolangun diduga masih beroperasi. Seperti di wilayah Kecamatan Limun, Cermin Nan Gedang (CNG) Bathin VIII Dan Batangas Asai.

"Kalau menggunakan rakit ada di Kecamatan Batang Asai," kata Sohan, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sarolangun, Sabtu (3/8/2019).

Sohan mengatakan bahkan dari kegiatan itu ada yang melakukan tidak tanggung tanggung dengan besar besaran. 

"Tidak tanggung tanggung dikecamatan Limun," ujarnya.

Sohan menjelaskan dari beberapa wilayah dan yang masih melakukan dengan cara yang tidak benar ditambah lagi ilegal. Dapat dipastikan berpotensi kerusakan alam dan lingkunangan sangat besar. Seperti berpengaruh besar pada sungai yang ada di Kabupaten Sarolangun.

"Air sudah tercemar dan keruh.Itupun kita lihat dari mata terbuka kita," lanjut Sohan.

Dari kegiatan PETI tersebut sudah mulai masuk ke hutan lindung bahkan mendekati hutan adat.

"Seperti hutan adat di Kecamatan Limun sudah mulai digarap," katanya.

Menurutnya ada sebagian hutan lindung dan hutan adat yang dikelola oleh masyarakat. Padahal hutan yang seharusnya dilindungi oleh pemuka masyarakat, tetapi sekarang justru dirambah tangan tak bertanggung jawab.

"Seharusnya hutan adat dilindung. Sekarang digarap oleh tangan tak bertanggung jawab," ucapnya.

Masih kata Sohan penggarap PETI itu dominan orang- orang pendatang dari luar daerah seperti Jawa dan Sumatera Selatan.

Untuk melancarkan aktifitas itu, kata Sohan ada info yang didapat dari masyarakat sekitar, mereka ada yang menggunakan perlindungan seperti senjata api (senpi) untuk menjaga kawasan mereka.

"Mereka tidak ada izin kegiatan, sedangkan mereka melakukan kegiatan itu, pasti mereka menggunakan senjata untuk melindungi orang penambang ini," katanya.

"Itupun bukan dari aparat dan bukan warga asli. Informasinya dari wilayah Sumsel," pungkasnya. (Red)

Reporter : Arfandi S