Ada 330 WNA yang Sekolah dan Bekerja di Jambi

Ada 330 WNA yang Sekolah dan Bekerja di Jambi

BRITO.ID,BERITA JAMBI - Kantor Imigrasi Klas I TPI Jambi, mencatat terdapat lebih kurang 330 orang Warga Negara Asing (WNA) yang terdiri dari pelajar atau mahasiswa yang bersekolah di Jambi dan bekerja pada beberapa perusahaan yang ada di daerah itu.

Dari ke-330 orang WNA yang diicatat pihak Imigrasi itu ada terdiri atas pelajar, mahasiswa, anak dan istri atau suami sedangkan sisanya sebanyak 72 orang merupakan pekerja di perusahaan di Provinsi Jambi, kata Kepala Kantor Imigrasi Klas I TPI Jambi, Heru Santoso, di Jambi Senin (24/6).

Pihak Imigrasi Jambi mencatat di wilayah kerjanya terdapat 330 orang WNA yang tersebar di Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Sarolangun, Bungo dan Tebo.

Namun dari 72 orang WNA yang bekerja dan tersebar pada 18 perusahaan yang ada di Jambi sebagai pekerja dengan jabatan ada yang sebagai manager, tenaga ahli maupun yang lainnya dan yang jelas bukan pekerja kasar atau buruh.

Ke-18 perusahaan yang memperkerjakan para WNA itu adalah dari PT Indopak Trending sebanyak dua orang WNA, PT Indoborneso Asia Internasional (2), PT Aneka Bumi Pratama (2), PT Thriveni (6), PT Bohai Driling Service Indonesia (10), kemudian PT Hevilift Aviation Indonesia (2), PT Spice Line Internasional (1), PT Minemex Indonesia (7), PT Inobaja (1), Yayasan Bina Tunas Sejahtera ada delapan orang.

Kemudian selanjutnya, PT Karya Bakri Projects memperkerjakan tiga orang WNA, Frankfurt Zoological Society (2), PT Star Rubber (10), PT Patel Trading (3), PT Angso Duo Sawit (2), PT Mahan Indo Global (2),PT Spiceling (1), PT Lifeonic General Trading satu orang WNA.

Heru menegaskan paling banyak dari jumlah 330 orang tersebut 50 persennya merupakan pelajar dan mahasiswa dari sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara seperti mahasiswa atau pelajar dari Malaysia, Thailand, Vietnam dan sejumlah negara lain dari Asia Tenggara.

Kemudian disusul dengan warga negara asing yang tinggal di bersama suami, istri dan anak dari orang asing dan jumlah pasti belum lagi didata oleh pihak Imigrasi Jambi.

Saat disinggung apalah itu semua yang terpantau imigrasi tidak ada kemungkinan masuk dari julur tidak resmi. "Bisa saja ada, bisa masuk dari Palembang atau jalur jalur lainnya," kata Kepala Kantor Imigrasi Klas I TPI Jambi, Heru Santoso. (RED)