Banyak Rumah di Sepadan Sungai, Program BSPS Muarojambi Jadi Terkendala

Banyak Rumah di Sepadan Sungai, Program BSPS Muarojambi Jadi Terkendala

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Pemerintah Pusat melalui Kementrian PU-PR rutin menggelontorkan bedah rumah ke kabupaten Muarojambi melalui BSPS. Rumah warga miskin diperbaiki menjadi rumah yang layak huni.

 

Terdapat dua kategori bantuan untuk rumah tidak layak huni. Yaitu, kategori pembangunan baru (PB) dan kategori peningkatan (strategis). Untuk nominal biaya peningkatan sebesar Rp15 juta dan untuk pembangunan baru sebesar Rp30 juta serta ditambah upah tukang sebesar Rp5 juta. Untuk tahun ini, Muarojambi diketahui mendapat tambahan kuota sebanyak 200 unit sasaran bedah rumah.

 

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Muarojambi Riduan menyebut saat ini tengah melakukan tahapan sosialissi di lapangan. Riduwan mengaku dalam tahapan sosialisasi ini, pemerintah pusat mendapati adanya kendala. Kendala itu berupa adanya usulan bedah rumah yang lokasinya berada dalam badan sungai dan sepadan sungai.

 

"Secara aturan itu tidak boleh. Makanya pemerintah pusat meminta agar didata ulang. Diminta agar sasaran diganti, tapi tetap dalam wilayah desa itu," kata Riduan Jum'at (14/6/19).

 

Riduan menyebut bahwa mayoritas rumah yang ditemukan berada di badan sungai dan sepadan sungai berlokasi di Kecamatan Kumpeh dan Kumpeh Ulu. "Maklum, masyarakat setempat sejak dulu memang kebanyakan berdiam di sepanjang aliran Sungai Batanghari," terangnya.

 

" Di Kumpeh Ulu yang paling banyak, solusinya kita data ulang lagi untuk mencari penggantinya," timpalnya. (red)

 

Kontributor : Romi R