Berstatus Tersangka, Pelantikan Fathuri Sebagai Anggota DPRD Ditunda

Berstatus Tersangka, Pelantikan Fathuri Sebagai Anggota DPRD Ditunda
Komisioner KPU Muarojambi Edison. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - KPUD menetapkan 35 anggota DPRD Muarojambi terpilih. Pelantikan ke-35 DPRD ini dijadwalkan pada 30 Agustus 2019 mendatang. 

Namun demikian salah seorang anggota terpilih Muarojambi Fathuri terancam ditunda lantaran berstatus tersangka. 

KPUD Muarojambi sudah melayangkan usulan penundaan pelantikan Fathuri kepada Gubernur Jambi.

"Surat usulan penundaan pelantikan Fathuri sudah kita kirimkan kepada Gubernur Jambi melalui bupati. Suratnya sudah kita serahkan ke bupati pukul 15.00 WIB tadi," kata Komisioner KPU Muaro Jambi, Edison, Senin (19/8/19).

Edison mengatakan, usulan penundaan pelantikan Fathuri diambil setelah Polres Muaro Jambi membalas surat KPU Muaro Jambi terkait status Fathuri. 

Surat kepolisian yang menjelaskan status Fathuri sebagai tersangka itu lalu dibahas komisioner KPU melalui rapat pleno.

"Melalui Pleno diputuskan untuk mengusulkan penundaan pelantikan Fathuri," ujarnya. 

Edison menjelaskan, pada PKPU Nomor 5 tahun 2019 pasal 33 mengamanatkan bahwa seorang anggota DPRD terpilih yang ditetapkan sebagai tersangka maka pelantikannya dilakukan penundaan. 

"Kita tidak mau dipersalahkan nantinya, makanya kita langsung surati Gubernur melalui Bupati hari ini," kata Edison

Edison menjelaskan bahwa dilantik atau tidaknya Fathuri pada 30 Agustus 2019 bukan kewenangan KPU. Dalam hal ini KPU hanya melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana diatur dalam PKPU No 5 tahun 2019.

"Yang jelas sudah kita surat usulannya, dilantik atau tidaknya itu merupakan kewenangan gubernur," kata Edison. (RED)

Kontributor : Romi