Bupati Bener Meriah Nonaktif Ahmadi Penyuap Gubernur Aceh Segera Disidang

Bupati Bener Meriah Nonaktif Ahmadi Penyuap Gubernur Aceh Segera Disidang

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Bupati Bener Meriah non-aktif Ahmadi sebagai tersangka penyuap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf akan segera disidang. Dia disidang dalam perkara dugaan penerimaan suap terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 di Provinsi Aceh.

Berkas dakwaan dan berita acara pemeriksaan (BAP) perkara Ahmadi sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat. Namun waktu untuk sidang perdana belum diketahui.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan empat tersangka yaitu Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi, Hendri Yuzal staf khusus Irwandi Yusuf, dan Teuku Saiful Bahri dari pihak swasta.

Irwandi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap karena diduga menerima Rp500 juta sebagai bagian dari Rp1,5 miliar yang ia minta sebagai "fee" ijon 8 persen dari pejabat pemerintah Aceh. Fee ijon itu untuk setiap proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2018.

Diduga sebagai penerima dalam kasus itu adalah Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan Teuku Saiful Bahri. Sedangkan diduga sebagai pemberi Ahmadi.

Pemberian tersebut merupakan bagian dari komitmen "fee" delapan persen, yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dari setiap proyek yang dibiayai dana DOKA. Pemberian kepada gubernur dilakukan melalui orang-orang dekat Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meria,h yang bertindak sebagai perantara.

Aceh mendapatkan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) sebesar Rp8 triliun pada 2018. Dana ini diperuntukkan pendanaan infrastruktur wilayah Aceh, termasuk kabupaten dan kota yang tersebar di Provinsi Aceh.

Kabupaten Benar Meriah termasuk salah satu kabupaten yang mendapat bagian dari DOKA ini. Bupati Benar Meriah Ahmadi berkeinginan agar kegiatan di Benar Meriah dikerjakan oleh rekanan lokal.

Maka untuk mendapatkan persetujuan ini Ahmadi menemui Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Pertemuan dilakukan di pendopo rumah Gubernur Aceh yang juga dihadiri oleh ajudan bupati dan orang kepercayaan Gubernur T Saiful.

Dari pertemuan itu disepakati persetujuan rekanan yang akan mengerjakan beserta "fee" yang akan disediakan dilakukan oleh Hendri Yusal selaku Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) provinsi Aceh, T Saiful dan ajudan bupati Muyassir.