Bupati Masnah Sebut APBD Muarojambi Tahun Depan Berkurang Ratusan Miliar

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Muarojambi pada tahun anggaran 2021 diprediksi terjun bebas. Pasalnya, APBD Muarojambi di tahun depan bakal mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga mencapai ratusan milliar

Bupati Masnah Sebut APBD Muarojambi Tahun Depan Berkurang Ratusan Miliar
Bupati Masnah Saat Menyerahkan Rancangan KUA-PPAS ke DPRD Muarojambi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Muarojambi pada tahun anggaran 2021 diprediksi terjun bebas. Pasalnya, APBD Muarojambi di tahun depan bakal mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga mencapai ratusan milliar.

Jika di tahun 2020, APBD Muarojambi mencapai 1.57 trilliun, di tahun depan diproyeksikan APBD Muarojambi berada pada angka 1.35 trilliun. 

"Pendapatan daerah pada tahun 2021 diproyeksikan Rp1.312.254.953.029,42, mengalami penurunan dari pendapatan tahun anggaran 2020 sebesar Rp1.367.043.088.085,96. Penurunan tersebut disebabkan menurunnya penerimaan Pemkab Muarojambi dari komponen PAD dan komponen dana transfer," kata Bupati Muarojambi Masnah Busro dalam Paripurna Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) Kamis (6/8/20).

Sedangkan belanja daerah dalam KUAPPAS 2021 diproyeksi sebesar Rp1.358.730.843.921,80, terjadi penurunan dibanding belanja daerah pada 2020 yakni sebesar Rp1.433.830.798.957,60. 

"Proyeksi belanja daerah terdiri belanja operasi senilai Rp.896 milliar, belanja modal diproyeksi Rp.225 milliar, belanja tidak terduga Rp15 milliar, belanja transfer Rp221 milliar," papar Bupati.

Dari perhitungan penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah tersebut, didapatkan pembiayaan netto sebesar Rp46 milliar. Dari uraian di atas, maka pada KUAPPAS Muarojambi pada tahun 2021 mengalami defisit sebesar Rp46 milliar lebih. 

"Namun defisit tersebut akan ditutup melalui surplus pembiayaan netto daerah sehingga APBD Muarojambi tahun 2021 tetap akan mengalami anggaran seimbang pada angka Rp1.358 trilliun," kata Bupati.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi