Demo Soal Status FB Camat Sekernan, Sekda Muarojambi: Kita Dalami dan Sanksi Sesuai Kesalahannya

Demo Soal Status FB Camat Sekernan, Sekda Muarojambi: Kita Dalami dan Sanksi Sesuai Kesalahannya
Mediasi pendemo dengan Sekda Moh Fadhil Arif. (Romi/BRITO.ID

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Usai melakukan unjuk rasa di Kantor Camat Sekernan, pendemo melanjutkan aksi mereka ke kantor Bupati Muarojambi. Mereka meminta kebijakan Bupati mengevaluasi terhadap posisi Camat Sekernan Kemas Ismail Azim diduga melecehkan profesi ormas, LSM dan wartawan dalam status facebook yang diunggahnya pada Kamis 5 September lalu. Kehadiran pendemo terdiri dari gabungan organisasi LSM dan Media di Muarojambi diterima Sekda Moh Fadhil Arief.

 

"Kami sangat sesalkan status Camat yang ditulis di akun facebook tersebut. Kami anggap melecehkan profesi orang berlambang. Kami ini termasuk berlambang namun kami tidak pernah meminta-minta seperti yang dia tulis dalam statusnya tersebut," cerita Anto Raden Korlap Aksi di depan Sekda Muarojambi saat mediasi di Ruang Rapat Sekda, Rabu (11/9/19).

 

Menanggapi kritik tersebut, Sekda berjanji akan melakukan pendalaman. Secara kepegawaian, kata Sekda, kasus ini akan didalami melalui leading sektor terkait.

 

"Terima kasih atas kritiknya. Persoalan ini secara kepegawaian akan diteliti lebih dalam melalui Inspektorat. Selaku pembina tentu saya akan melakukan fungsi saya," kata Sekda di hadapan pendemo.

 

Dijelaskan Sekda, pendalaman melalui Inspektorat ini dilakukan sesuai standar pembinaan kepegawaian ASN. Menurut dia, sanksi yang dijatuhkan terhadap seorang pegawai haruslah sesuai dengan kadar kesalahannya.

 

"Untuk itulah persoalan ini akan diteliti lebih dalam. Tidak bisa sesuai prasangka kita, karena menindak seorang ASN tanpa dalil dan alasan yang kuat itu juga tidak benar. Di sini saya bukan membela atau apa, namun tindakan yang diambil ataupun sanksi yang dijatuhkan itu harus sesuai kadar kesalahannya," urai Sekda.

 

Sekda berjanji akan segera menindaklanjuti apa yang menjadi ganjalan para pengunjuk rasa. Namun Sekda tak bisa memastikan apakah jika nanti ada sanksi terhadap oknum camat tersebut sesuai dengan keinginan pendemo yang meminta camat dicopot.

 

"(Kalau ada sanksi) bisa lebih ringan bisa juga lebih berat. Saya sepakat ini mengganggu kenyamanan dari sebagian kelompok masyarakat, namun yakinlah. Mohon dikasih ruang dan waktu untuk menyelesaikan persoalan ini sesuai aturan main dan mekanisme yang ada," pungkas Sekda. Usai bermediasi dengan Sekda, para pendemo pun akhirnya membubarkan diri.  (RED)

 

Kontributor : Romi R