Di Tanjab Barat, Mabuk Tuak Berujung Pengeroyokan Hingga Tewas

Di Tanjab Barat, Mabuk Tuak Berujung Pengeroyokan Hingga Tewas
Korban pengeroyokan yang tewas. (Deni S/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Kepolisian resort Tanjung Jabung Barat (Polres Tanjabbar) dibantu Ditreskrimum Polda Jambi menangkao tiga orang terduga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Pengeroyokan itu terjadi di Dusun Kampung Baru, Kecamatan Batangasam, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Kamis lalu (1/8/2019).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi, Kombes Pol M Edi Faryadi di Jambi Sabtu (3/8/2019) mengatakan, setelah melakukan aksi pengeroyokan terhadap Musliadi (30) alias Mus, polisi mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku utama pengeroyokan tersebut.

Ketiga terduga pelaku adalah SS (42), HM (49) dan VS(29) semuanya warga Dusun Kampung Baru, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjab Barat. "Para pelaku diamankan polisi. Seluruh barang bukti berupa kayu dan batu yang dipakai pelaku untuk mengeroyok korbannya juga diamankan," kata M Edi Faryadi.

Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Kamis 1 Agustus 2019 sekira pukul 19.30 WIB, di depan warung minuman keras tradisional tuak milik E Simbolon yang beralamat di Jl Camp Agro RT 13 Dusun Kampung Baru, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjab Barat.

Korban Musliadi alias Mus ditemukan tewas mengenaskan. Modus dalam kejadian itu berawal dari permasalahan sebelumnya yaitu korban Mus pada Senin 29 Juli 2019, sekira Pukul 21.20 WIB sedang minum tuak di warung E Simbolon sambil menghidupkan musik dengan suara yang keras. 

 Lalu datang Tombus Sinaga ke warung tuak dan menjumpai pemilik warung E Simbolon agar suara musik dikecilkan, karena anaknya kurang sehat. Lalu musik dikecilkan oleh saksi Simbolon.

Ternyata permintaan saksi Tombus Sinaga untuk mengecilkan suara musik di warung tuak itu memicu amarah dari korban Mus yang sedang minum tuak di warung tersebut. Kemudian saksi menegur korban Mus dan akibat permasalahan itu urusan kedua pihak semakin meruncing.

Sempat terdengar ada suara seperti terjangan orang menenandang pintu. Terjadilah keributan antara korban Mus dengan Tombu Sinaga. Orang-orang sekitar lalu berdatangan untuk melerai keributan tersebut.

Selanjutnya keributan reda. Dalam perjalanannya, kasus keributan itu dimediasikan sehingga disepakati akan ada perdamaian antara mereka.

Namun dalam pertemuan itu korban Mus tidak mau diajak berunding untuk melakukan perdamaian, dan malah kembali ke warung tuak tersebut. Di sana warga sudah ramai berkumpul.

Massa yang merasa tidak senang dengan perbuatan korban Mus, tiba-tiba langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban Mus dengan menggunakan tangan kosong. Ada juga yang menggunakan kayu dan batu yang. 

Akibat aksi tersebut nyawa Mus sudah tidak tertolong lagi atau meninggal dunia di tempat kejadian. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan bukti pelaku utama dalam aksi itu, yakni ada pada tiga orang warga yakni SS, HM dan VS.

Ketiga pelaku dikenakan pasal 351 jo pasal 170 KUHPidana. "Kini ketiga terduga pelaku diamankan di Polres Tanjab Barat untuk dilakukan penyelidikan lagi guna mengungkap pelaku lainnya bila ada bukti," kata Diireskrimum Polda Jambi, Kombes Pol M Edi Faryadi. (red)

Reporter: Deni S