Dipungut Biaya Tower Rp95.000 Per Tahun, Siswa SMAN 3 Sarolangun Tuntut Mundur Kepsek

Dipungut Biaya Tower Rp95.000 Per Tahun, Siswa SMAN 3 Sarolangun Tuntut Mundur Kepsek

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Kamis (13/12), puluhan siswa SMAN 3 Sarolangun, Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun melakukan aksi demonstrasi. Aksi digelar di depan sekolahnya sendiri.

Siswa menuntut kepala sekolah agar mundur. Siswa merasa diberatkan denga kebijakan-kebijakan sekolah selama ini.

Salah satu siswa SMA 3 Sarolangun, yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aksinya ini digelar karena adanya dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah. Sehingga tidak tepat sasaran.

"Kami minta agar Kepala Sekolah SMA 3 Sarolangun Sri Haryani mundur dari jabatannya. Karena selama ini kebijakannya sangat merugikan para siswa," ujarnya.

"Dengan kebijakannya yang arogansi. Kami harus membayar tower jaringan internet sebesar Rp95.000 per siswa setiap tahunnya. Tentu ini sangat memberatkan. Kami minta uang itu segera dikembalikan," harapnya.

Sementara siswa lainnya menyinggung masalah fasilitas sekolah yang tidak kunjung  dipenuhi. Selama ini para siswa disuruh belajar dengan cara duduk di lantai.

"Malah ada satu lokal yang tidak ada kursi dan mejanya. Jadi terpaksa siswa harus belajar di lantai. Sedangkan dana terus mengulir ke sekolah. Justru itu kami mempertanyakan kemana aliran dana selama ini," ungkapnya dengan nada kesal.

Ronal, salah seorang masyarakat setempat berharap agar pihak sekolah bisa segera menyelesaikan permasalah tersebut. Kepala sekolah harus menjelaskan kepada para siswa peruntukan dana yang dipungut dan yang diperoleh.

"Sebenarnya ini sangat memalukan dunia pendidikan. Karena tenaga pendidik didemo oleh siswanya sendiri. Seharusnya, sebagai guru bisa memberi contoh yang baik kepada murid, bukan malah sebaliknya," pungkasnya. (red)

Kontributor: Arfandi