Diterjang Banjir, Jembatan di Kabupaten Sarolangun Roboh

Diterjang Banjir, Jembatan di Kabupaten Sarolangun Roboh

BRITO.ID. BERITA SAROLANGUN - Bencana banjir dan longsor membuat jembatan di Sarolangun roboh. Jembatan ini di Kampung Pulau, Desa Pulau Aro Kecamatan Pelawan. Robohnya jembatan membuat 140 kepala keluarga terisolir.

 

"Jembatan putus kemaren pak. Ketika debit sungai naik," ungkap Anto warga Pulau Aro ketika dihubungi BRITO.ID Jumat (1/3).

 

"Jembatan tersebut penghubung kampung pulau dan Desa Pulau Aro dan Lebung Ganis," tambahnya

 

Anto mengatakan jembatan sepanjang 20 meter itu merupakan akses perekonomian masyarakat kampung pulau. Sejak robohnya jembatan warga terpaksa memutar jalan lain jika ingi beraktivitas.

 

"Ada jalan untuk aktifitas. Tapi makan waktu yang cukup lama, karena harus memutar dulu. Baru menyeberang di Desa Pulau Aro," kata Anto.

 

Anto berharap, Pemerintah Kabupaten Sarolangun segera membangun jembatan darurat agar bisa dilalui kendaraan dan aktifitas warga tidak terhambat.

 

Tak hanya itu, banjir dan longsor membuat puluhan hektar sawah petani dan 1.430 kepala keluarga merasakan banjir. Sejumlah akses jalan Kecamatan Batangasai, limun CNG dan Sarolangun terganggu.

 

"Bukan saja rumah penduduk yang terendam. Tapi puluhan hektar sawah juga ikut terendam," ungkap Camat Batangasai Arpan dikonfirmasi.

 

Begitu juga longsor terjadi di Jalan menuju Batang Asai tepatnya di Bukit Rayo Liter S, Kecamatan Batangasai membuat aktifitas warga terhambat.

 

"Lokasi tanah longsor itu di daerah Bukit Rayo Liter S menghubungkan Batangasai ke Sarolangun," kata Yan warga Batangasai ketika dihubungi BRITO.ID.  (red)

 

Reporter : Arfandi