Direktur Kawasan Konservasi: Perlu Peran Swasta Bantu Ekonomi SAD

Direktur Kawasan Konservasi: Perlu Peran Swasta Bantu Ekonomi SAD

BRITO.ID-BERITA JAMBI - Pembangunan sosial komunitas adat terpencil, Suku Anak Dalam yang dilakukan pemerintah maupun pelaku usaha di Provinsi Jambi, selama ini masih sendiri-sendiri. Pembangunan itu belum bersinergi dengan baik.

 

Menyadari hal itu, pemangku kepentingan terkait dengan pembangunan sosial komunitas adat terpencil Suku Anak Dalam berinisiatif dan sepakat membangun kerjasama. Mereka berkoordinasi dalam forum kemitraan dalam melaksanakan pembangunan sosial Suku Anak Dalam secara sinergis dan berkelanjutan.

 

Direktur Kawasan Konservasi Kementrian LHK RI Dyah Murtiningsih menegaskan jika saat ini SAD Provinsi sudah mengarah yang lebih baik. Perhatian Pemerintah Daerah dalam dunia pendidikan,kesehatan sudah sangat baik.

 

“Meski demikian perlu peran aktif pihak swasta untuk membantu dan menunjang perekonomian SAD,  tentunya dengan cara bantuan keterampilan serta fasilitas pendidikan yang layak bagi mereka,” katanya.

 

Sementara itu Bupati Merangin Al Haris menegaskan akan berupaya memberi ruang bagi SAD dengan memberikan peningkatan hasil tambahan seperti gaji bagi para temenggung. Namun hal itu harus didasari payung hukum karena menyangkut keuangan Negara.

 

Selain itu Pemkab Merangin juga memberikan dan membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi SAD yang berada di kawasan Kabupaten Merangin. “Kami juga telah mengajak pihak Swasta dalam menopang kehidupan yang layak bagi SAD yang bermukim di sekitaran kawasan Perusahaan,” katanya.

 

Direktur Prakarsa Madani Institut, Elwamendri, menjelaskan pemberdayaan Suku Anak Dalam di kawasan TNBD telah ada partisipasi dari pihak lembaga swadaya masyarakat (LSM). Termasuk perusahaan perkebunan swasta yang berada di sekitar kawasan TNBD dalam melakukan program pemberdayaan. (say/red)